Kumpulan Berita – Telur menjadi salah satu sumber protein yang mudah ditemukan dan diolah menjadi berbagai hidangan. Ada orang yang menyukai telur rebus, telur ceplok, atau telur dadar. Namun, sebagian orang juga mengonsumsi telur mentah dengan mencampurkannya ke dalam minuman atau makanan tertentu.
Meski terlihat sederhana, cara mengonsumsi telur dapat memengaruhi keamanan pangan dan kemampuan tubuh menyerap zat gizi di dalamnya. Telur mentah dan telur matang juga memiliki perbedaan dari segi tekstur, rasa, serta proses pencernaannya.
Lantas, apa saja perbedaan telur mentah dan telur matang? Berikut penjelasan mengenai ciri-ciri, kandungan gizi, dan keamanan keduanya.
Perbedaan Telur Mentah dan Telur Matang
Telur mentah dan telur matang memiliki beberapa perbedaan yang dapat dikenali melalui tekstur, rasa, dan tingkat keamanannya. Proses memasak juga memengaruhi struktur protein dan penyerapan sejumlah zat gizi di dalam telur.
1. Tekstur Telur
Perbedaan telur mentah dan telur matang yang paling mudah dikenali adalah teksturnya. Telur mentah memiliki putih telur yang cair dan kuning telur yang umumnya berbentuk bulat dengan bagian dalam yang masih cair.
Sebaliknya, telur rebus yang matang memiliki putih telur yang padat. Kuning telurnya juga mengeras, meskipun tingkat kepadatannya bergantung pada lama perebusan.
Perbedaan tekstur tersebut terjadi karena panas mengubah struktur protein dalam telur. Perubahan ini membuat bagian telur yang semula cair menjadi lebih padat.
2. Rasa Telur
Telur mentah memiliki tekstur licin dan rasa yang relatif ringan. Sebagian orang mencampurkannya ke dalam minuman atau makanan tertentu, tetapi cara tersebut memiliki risiko keamanan pangan apabila telur mengandung bakteri berbahaya.
Sementara itu, telur matang memiliki tekstur yang lebih padat dan rasa yang lebih khas. Cara memasak, seperti merebus, menggoreng, atau membuat telur dadar, juga dapat memengaruhi rasa dan aromanya.
Selain memberikan perbedaan rasa, proses memasak yang tepat membantu mengurangi risiko infeksi akibat bakteri yang mungkin terdapat di dalam telur.
3. Keamanan untuk Dikonsumsi
Keamanan menjadi salah satu perbedaan penting antara telur mentah dan telur matang. Telur mentah dapat mengandung bakteri Salmonella, yang bisa menyebabkan infeksi dengan gejala seperti diare, demam, kram perut, dan muntah.
Memasak telur hingga putih dan kuningnya matang membantu membunuh bakteri berbahaya. Karena itu, telur matang umumnya menjadi pilihan yang lebih aman untuk dikonsumsi.
Anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi telur. Jika ingin menggunakan telur dalam hidangan yang tidak melalui proses pemasakan, pilih produk telur yang telah dipasteurisasi dan ikuti petunjuk keamanan pangan yang berlaku.
Cara Membedakan Telur Rebus Matang dan Mentah dengan Memutarnya
Selain memecahkan cangkangnya, Anda dapat membedakan telur rebus matang dan telur mentah dengan cara memutar telur di atas permukaan datar. Cara ini memanfaatkan perbedaan gerakan isi telur ketika cangkangnya berputar.
Berikut langkah-langkahnya:
-
- Letakkan telur di atas permukaan datar, seperti meja atau talenan.
- Putar telur menggunakan jari hingga bergerak seperti gasing.
- Amati gerakan telur. Telur rebus matang biasanya berputar lebih stabil, sedangkan telur mentah cenderung bergoyang karena cairan di dalam cangkang masih bergerak.
Untuk memastikan hasilnya, Anda dapat menghentikan putaran telur sesaat menggunakan jari, kemudian melepaskannya. Telur mentah bisa kembali bergerak karena cairan di dalamnya masih memiliki momentum, sedangkan telur rebus matang cenderung tetap berhenti.
Meski demikian, metode ini hanya membantu membedakan telur berdasarkan gerakannya. Cara tersebut bukan metode untuk memastikan keamanan telur dari bakteri.
Perbedaan Kandungan Gizi Telur Mentah dan Telur Matang
Telur mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Namun, kandungan gizi per 100 gram dapat sedikit berbeda antara telur mentah dan telur matang karena perubahan kadar air selama proses pemasakan.
Selain itu, cara memasak juga memengaruhi nilai gizi akhir. Telur yang direbus tanpa tambahan bahan memiliki profil gizi berbeda dari telur yang digoreng menggunakan minyak atau mentega.
1. Kalori dan Protein Telur
Telur mentah dan telur matang memiliki kandungan kalori dan protein yang relatif sebanding jika dibandingkan berdasarkan berat yang sama. Namun, angka pastinya bergantung pada ukuran telur, kadar air, dan metode memasak.
Sebagai gambaran, 100 gram telur ayam utuh mentah mengandung sekitar 143 kalori dan 12,6 gram protein. Telur rebus matang dalam jumlah yang sama mengandung sekitar 155 kalori dan 12,6 gram protein.
Perbedaan tersebut tidak berarti proses memasak selalu meningkatkan seluruh zat gizi. Perubahan kadar air dan metode pengolahan turut memengaruhi nilai gizi per 100 gram.
2. Vitamin dan Mineral
Telur juga menyediakan berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin A, vitamin B2, vitamin B12, fosfor, zat besi, dan selenium. Zat gizi tersebut berperan dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari menjaga kesehatan mata hingga mendukung pembentukan sel dan metabolisme energi.
Proses pemanasan dapat memengaruhi jumlah beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas. Namun, dampaknya berbeda-beda bergantung pada jenis zat gizi dan metode memasak yang digunakan.
Karena itu, tidak tepat jika menyimpulkan bahwa telur mentah selalu memiliki kandungan gizi lebih tinggi daripada telur matang. Perbandingan perlu menggunakan data yang berasal dari sumber dan metode pengukuran yang sama.
Perbedaan Penyerapan Zat Gizi Telur Mentah dan Telur Matang
Selain memengaruhi tekstur, proses memasak juga mengubah struktur protein dan dapat membantu tubuh memanfaatkan zat gizi dalam telur dengan lebih baik.
1. Penyerapan Protein
Tubuh umumnya dapat mencerna dan memanfaatkan protein dari telur matang dengan lebih baik daripada protein dari telur mentah. Panas mengubah struktur protein sehingga enzim pencernaan lebih mudah memecahnya menjadi bagian-bagian yang dapat diserap tubuh.
Sebuah penelitian yang membandingkan pemanfaatan protein telur melaporkan bahwa tubuh dapat mencerna sekitar 91 persen protein dari telur matang, sedangkan pada telur mentah angkanya sekitar 51 persen. Angka tersebut berasal dari penelitian tertentu sehingga tidak selalu menggambarkan hasil yang sama pada setiap orang atau kondisi.
Temuan ini menunjukkan bahwa mengonsumsi telur matang dapat membantu tubuh memanfaatkan protein secara lebih efektif.
2. Penyerapan Biotin
Telur juga mengandung biotin, yaitu vitamin B yang membantu tubuh menjalankan metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein. Namun, putih telur mentah mengandung protein bernama avidin yang dapat mengikat biotin dan mengurangi penyerapannya.
Ketika telur dimasak, panas mengubah struktur avidin sehingga kemampuannya mengikat biotin berkurang. Dengan demikian, proses memasak membantu tubuh memperoleh manfaat biotin dari telur.
Oleh sebab itu, mengonsumsi telur matang tidak hanya membantu meningkatkan kecernaan protein, tetapi juga mengurangi pengaruh avidin terhadap penyerapan biotin.
Lebih Baik Mengonsumsi Telur Mentah atau Telur Matang?
Telur merupakan sumber protein yang baik, tetapi cara pengolahannya perlu diperhatikan. Telur matang umumnya menjadi pilihan yang lebih disarankan karena tubuh dapat mencerna proteinnya dengan lebih baik dan proses pemasakan membantu mengurangi risiko infeksi bakteri.
Anda dapat mengolah telur dengan cara merebus, mengukus, atau memasaknya hingga putih dan kuning telur matang. Jika ingin membuat hidangan yang menggunakan telur mentah atau setengah matang, gunakan telur yang telah dipasteurisasi sesuai kebutuhan resep.
Pada akhirnya, manfaat telur tidak hanya ditentukan oleh apakah telur dikonsumsi mentah atau matang, tetapi juga oleh cara pengolahan, kebersihan, dan pola makan secara keseluruhan. Mengolah telur dengan benar membantu Anda memperoleh zat gizi sekaligus menjaga keamanan makanan.

