Kumpulan Berita – Topan Champi membawa angin kencang dan hujan lebat ke Taiwan pada Jumat (23/10/2026). Badai tersebut menyebabkan ratusan ribu rumah mengalami pemadaman listrik, merusak sejumlah fasilitas, serta mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi.
Media setempat melaporkan bahwa hampir 150.000 rumah terdampak pemadaman listrik pada salah satu tahap kejadian. Petugas kemudian berhasil memulihkan pasokan listrik ke lebih dari 122.000 rumah, sementara perbaikan lanjutan dilakukan pada Sabtu pagi di wilayah New Taipei dan Keelung.
Pemerintah Taiwan juga mengerahkan 15 tim kerja dari lima kantor regional di wilayah tengah dan selatan untuk membantu pemulihan di bagian utara. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kerusakan sekaligus memulihkan layanan masyarakat yang terganggu akibat cuaca ekstrem.
Dampak Topan Champi tidak hanya dirasakan di Taiwan. Badai tersebut juga membawa hujan lebat dan angin kencang ke Pulau Jeju, Korea Selatan, sehingga mengganggu penerbangan, layanan feri, dan aktivitas wisata.
Dampak Topan Champi di Taiwan
Menurut Badan Meteorologi Pusat Taiwan atau Central Weather Administration (CWA), pusat Topan Champi sempat melintas di dekat pesisir timur laut Taiwan, khususnya wilayah Yilan. Setelah itu, badai bergerak menjauh ke arah utara dan berada sekitar 170 kilometer di timur laut Taiwan.
Pergerakan badai sempat berubah arah ke selatan sekitar tengah malam. Champi kemudian bergerak menyusuri pesisir Yilan sebelum membentuk putaran di perairan lepas dan kembali bergerak ke utara.
Perubahan arah tersebut disertai angin kencang dan hujan deras di sejumlah wilayah. Embusan angin di kawasan pesisir dilaporkan mencapai sekitar 227 kilometer per jam. Angin tersebut menerbangkan genting rumah, merobohkan pepohonan, dan merusak jaringan listrik.
Di Taipei, ibu kota Taiwan, sejumlah pohon juga tumbang akibat cuaca buruk. Hujan deras yang disertai angin kencang membuat masyarakat dan petugas harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kerusakan lanjutan.
Topan Champi Menyebabkan Korban Jiwa dan Ratusan Orang Terluka
Selain merusak fasilitas, Topan Champi juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Departemen pemadam kebakaran Taiwan, sebagaimana dilaporkan The Straits Times pada Sabtu (24/10/2026), mencatat satu orang meninggal dunia dan 527 orang mengalami luka-luka akibat badai tersebut.
Korban meninggal merupakan seorang pria yang terseret ombak di Pulau Liuqiu. Sementara itu, sebagian besar korban luka dilaporkan mengalami cedera ketika angin kencang dan hujan deras melanda sejumlah wilayah.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga melaporkan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang terluka akibat Topan Champi. Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu, Heni Hamidah, menyebut dua dari 527 korban luka merupakan WNI.
“Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat,” kata Heni, dikutip dari Antara pada Jumat (23/10/2026).
Ratusan Ribu Rumah Terdampak Pemadaman Listrik
Salah satu dampak utama Topan Champi di Taiwan adalah terganggunya pasokan listrik. Perusahaan listrik Taiwan, Taipower, melaporkan bahwa pada satu titik, lebih dari 288.000 rumah kehilangan aliran listrik akibat badai.
Sebagian besar pelanggan kemudian kembali mendapatkan pasokan listrik setelah petugas melakukan perbaikan. Namun, pemulihan belum berlangsung merata di seluruh wilayah sehingga sejumlah tim masih dikerahkan untuk menangani gangguan, termasuk di New Taipei dan Keelung.
Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah mengerahkan 15 tim kerja dari lima kantor regional di Taiwan bagian tengah dan selatan. Tim-tim ini membantu petugas di wilayah utara yang terdampak badai.
Gangguan listrik menunjukkan besarnya dampak cuaca ekstrem terhadap kehidupan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, kerusakan jaringan listrik juga dapat memengaruhi layanan publik dan kegiatan ekonomi.
Topan Champi Mengganggu Penerbangan dan Aktivitas Sekolah
Dampak badai juga meluas ke sektor transportasi. Kementerian Transportasi Taiwan mencatat 259 penerbangan dibatalkan pada 24 Oktober 2026. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hampir 1.000 penerbangan dibatalkan menjelang kedatangan badai.
Pembatalan penerbangan dilakukan di tengah upaya mengurangi risiko keselamatan akibat cuaca buruk. Kondisi angin kencang dan hujan deras dapat mengganggu operasional penerbangan serta perjalanan masyarakat.
Sejumlah wilayah di Taiwan bagian utara dan tengah, termasuk Taipei, juga kembali menutup kantor dan sekolah pada 24 Oktober. Kebijakan tersebut bertujuan melindungi masyarakat dari potensi bahaya akibat cuaca ekstrem.
Topan Champi Bawa Hujan Deras ke Pulau Jeju, Korea Selatan
Dampak Topan Champi juga dirasakan di Pulau Jeju, Korea Selatan. Badai tersebut membawa hujan lebat selama tiga hari, mengganggu perjalanan udara dan laut, serta menyebabkan seluruh jalur pendakian di Taman Nasional Hallasan ditutup.
Hingga pukul 08.30 waktu setempat pada Minggu (25/10/2026), sejumlah wilayah di Jeju mencatat curah hujan tinggi. Puncak Samgak di Gunung Hallasan menerima akumulasi hujan sebanyak 285 milimeter. Sementara itu, Sancheondan di kaki utara gunung tersebut mencatat 249,5 milimeter, sedangkan wilayah Pyoseon di pesisir tenggara Jeju mencapai 222,5 milimeter.
Badan Meteorologi Korea Selatan memperkirakan hujan masih akan berlanjut hingga Senin (26/10/2026). Curah hujan tambahan diperkirakan mencapai 30–80 milimeter di sebagian besar wilayah. Adapun kawasan pegunungan dan perbukitan tengah berpotensi menerima sedikitnya 120 milimeter hujan.
Selain hujan deras, angin kencang juga diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Jeju. Embusan angin diprediksi mencapai 72 kilometer per jam atau lebih. Di kawasan pegunungan, kecepatannya berpotensi melampaui 90 kilometer per jam.
Gelombang laut di perairan paling selatan juga diperkirakan mencapai lima meter atau lebih. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran dan masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Puluhan Penerbangan di Bandara Jeju Dibatalkan
Cuaca buruk akibat Topan Champi turut mengganggu transportasi di Pulau Jeju. Sebanyak 25 penerbangan di Bandara Internasional Jeju dibatalkan pada Sabtu, terdiri atas sembilan penerbangan domestik dan 16 penerbangan internasional.
Selain pembatalan tersebut, sebanyak 218 penerbangan mengalami keterlambatan. Layanan feri yang menghubungkan Jeju dengan sejumlah pulau, termasuk Gapado dan Marado, juga dibatalkan akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Gangguan transportasi tersebut berpotensi memengaruhi perjalanan wisatawan dan aktivitas masyarakat setempat. Penutupan jalur pendakian di Taman Nasional Hallasan juga membatasi kegiatan wisata alam selama kondisi cuaca belum membaik.
Angin Kencang dan Hujan Merusak Sejumlah Fasilitas
Petugas darurat menerima enam laporan kerusakan akibat angin kencang dan hujan sejak Jumat hingga Minggu pagi. Laporan tersebut mencakup rumah kaca yang terendam banjir, saluran drainase yang tersumbat, serta lubang pemeliharaan yang meluap hingga mengganggu lalu lintas.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada kabel listrik dan pengikat lampu lalu lintas. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan lebat dan angin kencang tidak hanya mengganggu perjalanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Seorang pejabat dari kantor regional Badan Meteorologi Korea Selatan (KMA) di Jeju mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem.
“Diperlukan kewaspadaan terhadap kerusakan fasilitas akibat angin kencang serta kecelakaan yang mengancam keselamatan di sepanjang pesisir,” ujarnya, dikutip dari Korea JoongAng Daily pada Minggu (25/10/2026).
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir di daerah rendah dan gelombang tinggi di kawasan pesisir. Risiko tersebut perlu diperhatikan karena periode pasang tinggi diperkirakan dimulai pada 26 Oktober.
Dengan hujan yang diperkirakan masih berlanjut, otoritas di Taiwan dan Korea Selatan perlu terus memantau perkembangan cuaca serta melakukan langkah antisipasi. Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau mengikuti informasi resmi dan menghindari kawasan yang berisiko selama kondisi cuaca belum membaik.

