Kelangkaan BBM di Bali, Pertamina Tambah Pasokan Pertalite dan Pertamax

Kumpulan Berita – Sejumlah wilayah di Provinsi Bali mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sejak Ahad, 11 Oktober 2026. Kondisi ini menyebabkan stok Pertalite dan Pertamax di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) habis. Akibatnya, antrean panjang kendaraan pun terjadi di beberapa lokasi.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan distribusi BBM ke seluruh wilayah Bali mulai berjalan pada Senin malam. Ia menyebut penyaluran tersebut mulai mengatasi kelangkaan yang terjadi.

“Hari Senin mulai didistribusikan ke seluruh Bali,” kata Wayan, seperti dikutip dari Antara, Senin, 12 Oktober 2026.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan masalah distribusi BBM di Bali dapat teratasi paling lambat pada Selasa, 13 Oktober 2026. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mempercepat penyaluran BBM selama 24 jam setelah kapal pengangkut tiba.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa antrean kendaraan di SPBU bukan terjadi karena stok BBM nasional menipis. Menurutnya, ketahanan stok BBM nasional masih berada pada kisaran 18–20 hari.

Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali

Sejalan dengan upaya pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memperkuat pasokan BBM di Bali. Pertamina mendatangkan kapal pengangkut yang membawa 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

Melalui tambahan pasokan tersebut, Pertamina berupaya mempercepat distribusi ke SPBU dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah ini juga bertujuan menjaga kelancaran pelayanan BBM di berbagai wilayah Bali.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan perusahaan terus memantau ketersediaan stok dan tingkat konsumsi BBM di lapangan. Selain itu, Pertamina mengoptimalkan penyaluran setelah kapal pengangkut bersandar.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Selasa.

Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Kapal-kapal tersebut akan bersandar di Terminal BBM Sanggaran dan Manggis dengan total muatan mencapai 26.200 KL. Melalui jadwal kedatangan ini, Pertamina berupaya menjaga kesinambungan pasokan BBM di Bali.