Gunung Merapi Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer

Kumpulan Berita – Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada Selasa (25/8/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadinya awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah barat daya.

Awan panas guguran tersebut terjadi pada pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data BPPTKG, peristiwa itu memiliki amplitudo maksimum 59,3 milimeter dengan durasi 142,81 detik. Hasil pemantauan juga menunjukkan bahwa suplai magma ke Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi kembali memicu terjadinya awan panas guguran di wilayah yang termasuk dalam daerah potensi bahaya.

Oleh karena itu, BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan potensi bahaya. Warga juga diminta untuk menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena berpotensi terdampak guguran material vulkanik maupun awan panas.

Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi terpantau mendung. Suhu udara berkisar antara 16,4 hingga 19 derajat Celsius dengan kelembapan 94 hingga 97,4 persen.

Berdasarkan data yang dilansir dari laman MAGMA Indonesia, aktivitas kegempaan Gunung Merapi masih cukup tinggi. Tercatat terjadi 43 kali gempa guguran dan 13 kali gempa hibrida. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Gunung Merapi memiliki ketinggian sekitar 2.968 meter di atas permukaan laut. Aktivitas vulkaniknya dapat berupa guguran lava pijar, awan panas, hingga lontaran material vulkanik.

Guguran lava dan awan panas berpotensi meluncur melalui sejumlah alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, seperti Kali Bedog, Kali Bebeng, Kali Boyong, Kali Krasak, Kali Gendol, dan Kali Woro.

Selain itu, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak. Oleh sebab itu, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Merapi diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi dari pihak berwenang.