Kumpulan Berita – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 40 ribu orang mengungsi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 966 orang mengungsi di posko BPBD, sementara sekitar 14 ribu lainnya memilih mengungsi secara mandiri. Secara keseluruhan, jumlah pengungsi di Manggarai Timur mencapai sekitar 15.465 jiwa.
Sementara itu, Basarnas menyampaikan perkembangan terbaru mengenai penanganan bencana tersebut. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak kedua, yakni mencapai 6.487 jiwa. Selain itu, gempa menyebabkan 27 orang meninggal dunia, 31 orang mengalami luka berat, dan 88 orang menderita luka ringan.
Di tengah proses penanganan dan pendataan korban, aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Berton mengatakan gempa susulan diperkirakan berangsur menurun dalam dua hingga tiga pekan mendatang.
“Kemarin, 18 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, kondisi gempa terkini, jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 dan terkecil 1,3. Di atas 5 ada 24 kali, sedangkan gempa susulan yang dirasakan sebanyak 70 kali,” ujar Berton.
Ia menambahkan bahwa aktivitas gempa masih menunjukkan pola yang fluktuatif. Kondisi tersebut membuat proses peluruhan belum terlihat secara jelas sehingga aktivitas gempa diperkirakan baru akan lebih stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
“Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas, diperkirakan kondisi ini akan stabil dalam 2-3 minggu ke depan,” tambahnya.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer (km) timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 km.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi NTT untuk melihat secara langsung penanganan bencana dan kondisi masyarakat terdampak. Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan situasi di lapangan sebelum memastikan agenda tersebut.

