Kumpulan Berita – Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat pada Sabtu (26/9/2026) malam memicu hujan abu vulkanik hingga Kota Bukittinggi dan wilayah timur Kabupaten Agam. Abu mulai dirasakan warga setelah Gunung Marapi erupsi sekitar pukul 21.40 WIB.
Hujan abu dilaporkan cukup deras hingga meninggalkan lapisan material di jalan dan kendaraan. Kondisi tersebut juga mengganggu jarak pandang serta membuat warga merasa tidak nyaman saat berada di luar ruangan.
Warga Bukittinggi, Pakiah Farid (38), mengatakan hujan abu berlangsung sekitar satu jam. Menurut dia, abu menempel pada kendaraan yang melintas dan membuat kondisi jalan terganggu.
Hal serupa disampaikan anggota CORE Orari Lokal Bukittinggi-Agam, Romi, yang menyebut hujan abu turun cukup deras.
Erupsi juga disertai dentuman dan suara gemuruh yang terdengar di sejumlah wilayah.
Gunung Marapi Masih Berstatus Waspada
Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut masih berstatus Level II (Waspada) pada Sabtu malam.
Petugas Pos Pengamat Gunungapi (PGA) Marapi di Bukittinggi, Bilal Alegro, mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.
Masyarakat yang tinggal di lembah dan sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat hujan turun.
Lindungi Diri Saat Hujan Abu
Saat hujan abu terjadi, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan material vulkanik. Perlindungan terhadap mata dan kulit juga perlu diperhatikan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Abu yang menumpuk di atap rumah sebaiknya segera dibersihkan untuk mengurangi beban bangunan. Masyarakat juga perlu melindungi dan mengamankan sumber air bersih agar tidak tercemar abu vulkanik.
Waspadai Banjir Lahar Saat Hujan
Selain hujan abu, material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung dapat terbawa aliran air ketika hujan deras. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir lahar di lembah dan sungai yang berhulu di Gunung Marapi.
Karena itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai perlu memperhatikan kondisi cuaca dan mengikuti informasi serta imbauan resmi dari petugas terkait.

