BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Dimulai November, Ini Wilayah yang Terdampak

Kumpulan Berita – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Indonesia mulai berlangsung pada November–Desember 2026. Perkiraan ini menunjukkan bahwa awal musim hujan tahun ini mengalami kemunduran dibandingkan pola biasanya, yakni pada Oktober–November.

Namun, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan tidak terjadi secara serentak. Setiap daerah memiliki waktu awal musim hujan yang berbeda, bergantung pada kondisi iklim dan karakteristik wilayah masing-masing.

Berdasarkan rilis Prediksi Musim Hujan 2026/2027 yang diterbitkan melalui laman resminya, BMKG menggunakan 699 Zona Musim (ZOM) sebagai acuan untuk memantau awal musim hujan di Indonesia.

Selanjutnya, pada Desember 2026, musim hujan diperkirakan mulai meluas ke 266 ZOM. Wilayah tersebut mencakup 17,31 persen dari total luas daratan Indonesia. Pergerakan awal musim hujan diprakirakan bermula dari Sumatera bagian utara, kemudian meluas secara bertahap ke wilayah lainnya.

Wilayah yang Memasuki Musim Hujan pada November 2026

November 2026 menjadi salah satu periode penting dalam peralihan menuju musim hujan. BMKG memperkirakan sebanyak 185 ZOM mulai memasuki musim hujan pada bulan tersebut.

Sebaran wilayahnya meliputi sejumlah pulau dan provinsi di Indonesia. Berikut daftar wilayah yang diprakirakan mulai mengalami musim hujan pada November 2026:

    • Sumatera: Sebagian wilayah.
    • Jawa: Sebagian wilayah.
    • Kalimantan: Sebagian wilayah.
    • Bali: Sebagian wilayah.
    • Nusa Tenggara Barat (NTB): Sebagian wilayah.
    • Nusa Tenggara Timur (NTT): Sebagian kecil wilayah.
    • Sulawesi: Sebagian wilayah.
    • Maluku Utara: Sebagian wilayah.
    • Maluku: Sebagian wilayah.
    • Papua Barat: Bagian utara.
    • Papua Selatan: Sebagian wilayah.

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa awal musim hujan di Indonesia berlangsung secara bertahap. Dengan demikian, tidak semua daerah akan mengalami peningkatan curah hujan pada waktu yang sama.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memantau perkembangan informasi cuaca dan prakiraan musim dari BMKG. Informasi tersebut penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dan mengantisipasi perubahan cuaca di wilayah masing-masing.

Prakiraan Puncak Musim Hujan 2026/2027

Setelah memasuki musim hujan, curah hujan diperkirakan terus meningkat hingga mencapai periode puncak. BMKG memproyeksikan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Berikut perkiraan sebaran puncak musim hujan berdasarkan jumlah Zona Musim (ZOM) dan cakupan luas daratan Indonesia:

    • Desember 2026: Sebanyak 155 ZOM atau mencakup 36,94 persen luas daratan Indonesia.
    • Januari 2027: Sebanyak 162 ZOM atau mencakup 25,68 persen luas daratan Indonesia.
    • Februari 2027: Sebanyak 190 ZOM atau mencakup 16,79 persen luas daratan Indonesia.

Menghadapi periode tersebut, masyarakat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November.

Langkah antisipasi ini penting untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Beberapa potensi bencana yang perlu diwaspadai antara lain banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan ketika curah hujan meningkat.