Kumpulan berita – Batu ginjal adalah endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di saluran kemih. Sejumlah kebiasaan buruk ini penting untuk dihindari karena bisa menyebabkan batu ginjal.
Ketika mengalami batu ginjal, biasanya Anda bisa merasakan rasa sakit saat buang air kecil.
Beberapa waktu belakangan ini, penyakit batu ginjal menjadi sorotan warganet setelah muncul kasus perempuan asal Taiwan berusia 20 tahun yang menjalani operasi pengangkatan lebih dari 300 batu ginjal.
Gangguan ginjal berupa massa padat yang terdiri dari kristal-kristal ini pun menjadi kekhawatiran, terutama bagi pecinta minuman boba. Sebab, pasien perempuan asal Taiwan tersebut memiliki riwayat jarang mengonsumsi air mineral dan terlalu banyak minum boba.
Penyebab Batu Ginjal
Meski demikian, ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal, di antaranya sebagai berikut:
Volume Urin yang Rendah
Volume urin yang rendah menjadi penyebab batu ginjal paling utama sekaligus sering terjadi pada pengidap batu ginjal. Urin yang rendah ini disebabkan oleh dehidrasi (kehilangan cairan tubuh) secara konstan.
Ketika volume urin rendah, maka hanya ada sedikit cairan untuk menjaga garam tetap larut. Hal ini dapat meningkatkan risiko pembentukan batu dalam ginjal.
Kegemukan atau Obesitas
Obesitas merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Penumpukan lemak yang disebabkan oleh makanan dengan kandungan gula dan garam berlebih dapat meningkatkan kadar asam dalam urin.
Makanan kaya oksalat
Tak hanya makanan tidak sehat yang bisa menjadi masalah. Oksalat, yang ditemukan di banyak buah, sayuran, dan kacang-kacangan, dapat menyebabkan pembentukan kristal. Jadi, penting untuk mengetahui m
Kondisi Medis dan Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Sejumlah kondisi medis tertentu dapat memengaruhi peningkatan risiko batu ginjal. Jaringan abnormal yang tumbuh di kelenjar paratiroid (pengontrol metabolisme kalsium) dapat menyebabkan kadar kalsium dalam darah dan urin menjadi tinggi.
Selain itu, terdapat pula kelainan bawaan langka yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal, contohnya sistinuria. Penyakit ini mendorong tubuh menghasilkan terlalu banyak asam amino serta memicu hiperoksaluria primer. Hiperoksaluria primer adalah kondisi ketika organ hati memproduksi oksalat secara berlebih.
Tak hanya itu, konsumsi obat dan suplemen tertentu, seperti suplemen kalsium, pencahar, vitamin C, dan antasida berbasis kalsium juga dapat mempengaruhi pertumbuhan batu ginjal.
Gejala Batu Ginjal

Batu ginjal merupakan kondisi yang dapat memicu berbagai macam gejala. Gejala umum batu ginjal biasanya berupa rasa sakit dan kram luar biasa pada kedua sisi samping punggung. Kemudian rasa sakit tersebut berpindah ke perut bagian bawah atau selangkangan secara fluktuasi.
Meski demikian, ada gejala lain yang harus diwaspadai juga yaitu:
-
- Nyeri pada pinggang, punggung, dan perut
- Merasakan nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
- Perasaan ingin buang air kecil yang intens
- Adanya darah dalam urin
- Urin keruh dan berbau tidak sedap
- Kencing sedikit atau anyang-anyangan
- Mual dan muntah
- Demam dan menggigil.

