Kumpulan Berita – Berita Internasional akhir-akhir ini dipenuhi dengan berita Taliban yang mulai menguasai Afghanistan secara penuh. Bahkan, Taliban berhasil memasuki istana kepresidenan Afghanistan dan juga sudah masuk ke Kota Kabul yang saat ini merupakan Ibu Kota dari Afghanistan.
Taliban mulai menguasai Afghanistan kembali setelah Amerika Serikat memutuskan untuk menarik militer mereka di Afghanistan. Keputusan penarikan militer Amerika Serikat di Afghanistan dibuat pada masa kepemimpinan Donald Trump. Pada masa pemerintahan Donald Trump, Amerika Serikat membuat kesepakatan damai dan kesepakatan tersebut membuat aturan tentang penarikan pasukan militer AS, termasuk NATO, dari Afghanistan.
Selama ini Amerika Serikat mengeluarkan banyak biaya dari segi militer untuk memerangi Taliban di Afghanistan. Hal ini disebabkan karena pada masa kejadian 9/11, Taliban diketahui telah membantu menyembunyikan dalang dari peristiwa teror tersebut yakni Osama Bin Laden. Selama kurang lebih 20 tahun. setidaknya Amerika Serikat sudah menaruh lebih dari 14 ribu personel militer di Afghanistan.
Menanggapi kejadian Taliban yang mulai menguasai Afghanistan, Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat yang saat ini sedang menjabat, tetap pada keputusannya yakni menarik militer AS dari Afghanistan.
Dalam pidatonya, Biden berbicara tentang kekecewaannya kepada pemerintah Afghanistan yang tidak mampu melawan Taliban sendiri. Bahkan, Presiden dari Afghanistan yakni Ashraf Gani, diketahui sudah kabur terlebih dahulu sebelum Taliban menguasai Kota Kabul.
“Setelah 20 tahun saya belajar dengan cara sulit, bahwa tidak pernah ada waktu yang tepat untuk menarik pasukan AS. Itu sebabnya kami masih berada di sana. Para pemimpin politik Afghanistan menyerah dan melarikan diri dari negara itu. Militer Afghanistan menyerah, tanpa berusaha untuk melawan.” kata Biden dalam pernyataannya terkait Afghanistan, Sabtu (14/08/2021).
Biden dalam pidatonya juga mengatakan akan menarik semua pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan selambat-lambatnya sampai tanggal 31 Agustus.
“Satu tahun lagi, atau lima tahun lagi, kehadiran militer AS tidak akan membuat perbedaan jika militer Afghanistan tidak bisa atau tidak mempertahankan negaranya sendiri,” ucap Biden dalam tanggapannya terhadap kondisi Afghanistan, Sabtu (14/8).
Selain itu, dalam pidatonya Biden juga mengkritik mantan Presiden Amerika Serikat sebelumnya yakni Donald Trump, karena beliau telah membuat kebijakan yang membangkitkan kuasa dari Taliban. Biden dalam pidatonya juga sudah mengira bahwa keputusannya ini akan mendapatkan kritik baik dari domestik maupun internasional, namun Biden tetap mempertahankan keputusannya dan lebih baik dikritik daripada mempertaruhkan nyawa tentara militer Amerika Serikat disana.

