Review Inside Out 2 : Relevan Kehidupan Remaja

Kumpulan berita – Inside Out 2 akan melanjutkan kehidupan karakter Riley Andersen yang telah memasuki masa remaja dengan kemunculan emosi baru dalam dirinya.

Sekuel Inside Out ini akan menampilkan karakter emosi baru yang terdiri dari Anxiety, Envy, Ennui, dan Embarrassment. Ragam emosi yang kompleks itu pun memengaruhi kehidupan Riley.

Campur aduk perasaan Riley menjadi salah satu bagian penting dalam Inside Out 2. Perjuangan para karakter emosi untuk mengembalikan kestabilan perasaan Riley pun sangat menarik untuk disaksikan.

Momen ketika Riley merasakan gejolak perasaan di masa remaja yang tidak menentu, sementara para karakter emosi berjuang menenangkan Riley, menjadi sebuah pesan moral sekaligus sisi mengharukan dari film ini.

Apakah empat emosi baru ini bisa bekerja sama dengan lima emosi lamanya Riley, yaitu Joy, Sadness, Anger, Fear, dan Disgust?

Cerita Inside Out 2 Relevan dengan Kehidupan Remaja

Cerita ini cukup relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Rasa cemas atau Anxiety belakangan ramai dibicarakan di kalangan anak muda. Inside Out 2 menggambarkan bagaimana Anxiety mampu merusak kebahagiaan (Joy) dan hubungan dengan orang-orang di sekitar.

Banyak pembelajaran yang bisa diambil dari film ini. Meskipun Anxiety tidak bisa dihindari, tetapi bisa diatasi dan dikendalikan. Joy awalnya merasa Riley hanya perlu mengingat masa-masa bahagia dan melakukan hal-hal positif di hidupnya. Ternyata itu semua tidak sepenuhnya baik. Inside Out 2 menunjukkan proses pencarian jati diri yang tidak selalu berasal dari kenangan manis saja, tapi justru sebaliknya.

Akting suara para pemeran emosi yang begitu berhasil menghidupkan karakternya

Di antara semua karakter yang muncul di Inside Out 2, jelas para karakter emosi yang punya peran penting dan jatah kemunculan yang paling banyak di film ini. Hanya tiga pemeran emosi dari film pertama yang kembali di film keduanya, yaitu Amy Poehler sebagai Joy, Phyllis Smith sebagai Sadness, dan Lewis Black sebagai Anger. Seperti penampilan mereka di film pertama, kualitas akting dari ketiga aktor tersebut tetap sama bagusnya di film keduanya.

Namun di antara semua aktor yang mengisi suara para emosi, perhatian saya cukup terpusatkan kepada akting suaranya Maya Hawke sebagai Anxiety. Hawke sangat berhasil menampilkan kecemasan sesungguhnya dari suaranya selama memerankan Anxiety. Selain para aktor yang memerankan emosi, aktor lainnya juga menampilkan akting suara yang enggak kalah mengagumkan, khususnya kepada Ron Fuches sebagai Bloofy dan Yong Yea sebagai Lance Slashblade.

Dikemas Halus, Pesan Tersampaikan

Yang paling istimewa dari Inside Out 2, kemampuan menyampaikan pesan-pesan mendalam tanpa terkesan menggurui. Konflik dikemas secara halus sehingga penonton masuk dalam kehidupan Riley yang penuh warna.

Film ini mampu merangkul penonton dari berbagai usia dan latar belakang, mengingatkan audiens bahwa perjalanan menuju kedewasaan tak selalu mudah tapi sangat berharga untuk dikenang.

Inside Out 2 mengingatkan kita bahwa semua peristiwa dalam hidup adalah pembelajaran. Tak perlu memilah dan melabeli emosi yang kita rasakan. Sebab pada dasarnya semua emosi penting. Itulah yang ingin disampaikan oleh film Inside Out 2.