Kenali Tanda-tanda Mau Haid

Kumpulan Berita – Setiap wanita memiliki siklus periode haid yang berbeda-beda. Beberapa mengalami siklus yang normal, ada pula yang tidak. Haid atau menstruasi merupakan kondisi keluarnya darah dari vagina akibat luruhnya sel telur dan penebalan di dinding rahim yang normal terjadi pada semua wanita.

Meski begitu, tak semua wanita bisa memperkirakan kapan menstruasi datang, sehingga menggunakan gejala haid sebagai alternatifnya. Sama halnya dengan siklus, tanda haid atau ciri-ciri mau haid dari setiap wanita juga bisa tidak sama. Inilah mengapa sebaiknya kamu mengenali tanda mau haid atau ciri-ciri mau haid yang perlu diperhatikan.

Tanda-Tanda Mau Haid

1. Perubahan Suasana Hati

Banyak yang beranggapan bila ciri-ciri wanita yang akan segera mendapatkan haid cenderung akan menjadi lebih sensitif. Hal ini ternyata bukanlah mitos belaka. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 75% wanita mengalami perubahan suasana hati seperti merasa mudah marah, cemas, atau sedih beberapa hari sebelum menstruasi dimulai (Yonkers et al., 2008). Kondisi perubahan suasana hati alias ‘mood swing’ ini dikenal sebagai Premenstrual Syndrome (PMS) 

Pemicu dari tanda-tanda mau haid ini diakibatkan tak lain dan tak bukan oleh perubahan hormon. Beberapa hari sebelum menstruasi, Anda mungkin mengalami perasaan ingin menangis atau merasa marah dan mudah tersinggung. Jika tiba-tiba Anda mulai merasakan hal tersebut, itu dapat menjadi tanda utama bahwa haid akan segera datang. 

2. Nafsu makan meningkat

Ciri-ciri mau haid yang dapat terjadi, yaitu kerap mengalami peningkatan nafsu makan. Biasanya, wanita akan cenderung mencari makanan yang manis, seperti coklat, kue, permen, atau makanan cepat saji. 

Meski begitu, pastikan kamu tetap memperhatikan pola makan dan mengkonsumsi menu makanan sehat. Pilih coklat hitam ketimbang coklat susu kalau kamu sedang ingin mengonsumsi makanan manis. 

3. Nyeri punggung bagian bawah

Kram saat atau sebelum haid tidak hanya dirasakan di bagian perut, tetapi juga di punggung bagian bawah. Kondisi ini terjadi karena tubuh mengeluarkan hormon prostaglandin yang menyebabkan kontraksi pada otot punggung bagian bawah.

4. Jerawat

Ciri-ciri mau haid selanjutnya adalah mengalami ‘breakout’ atau bermunculannya jerawat. Meskipun jerawat adalah masalah umum yang bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, wanita dewasa lebih sering mengalami permasalahan jerawat dikarenakan permasalahan hormon saat haid. Menjelang menstruasi, dapat terjadi peningkatan hormon androgen yang dapat menyebabkan produksi minyak kulit (sebum) meningkat dan dapat menyumbat pori-pori sehingga berakibat pada munculnya jerawat. Jerawat yang hanya muncul pada saat siklus menstruasi ini disebuit sebagai jerawat siklik.

5. Nyeri atau Berat pada Payudara

Pada saat akan menstruasi, Anda akan mengalami perubahan hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin, hormon-hormon yang terkait dengan menyusui. Hal ini juga akan menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada payudara. Setelah melewati masa ovulasi hingga beberapa hari setelah pendarahan haid dimulai, sangat umum jika Anda merasakan nyeri atau payudara terasa bengkak. Pada sebagian wanita, tanda-tanda mau haid ini dapat berlangsung hingga pendarahan haid selesai atau berakhirnya siklus menstruasi dan pada sebagiannya lagi hanya merasakannya pada saat awal-awal periode menstruasi saja.

6. Kelelahan tetapi Sulit Tidur

Masih disebabkan oleh perubahan hormon pada saat menjelang menstruasi, ciri-ciri mau haid selanjutnya adalah Anda mungkin akan mengalami gangguan pada pola tidur. Perubahan kadar estrogen dan progesteron bisa memberikan efek peningkatan suhu inti tubuh, terutama saat tidur sehingga pada kebanyakan wanita, hal ini membuatnya merasa lebih sulit untuk tidur. Hal ini akan berujung pada rasa kelelahan karena kurang berkualitasnya istirahat.

7. Diare atau sembelit

Tanda mau haid yang dapat terjadi berikutnya adalah mengalami diare atau sem belit. Lagi-lagi, kondisi ini masih ada kaitannya dengan kadar hormon tubuh yang cenderung fluktuatif menjelang menstruasi. 

Kadar hormon prostaglandin yang mengalami peningkatan menjadi pemicu kontraksi pada usus. Inilah yang membuat kamu mengalami diare. Sementara itu, kadar hormon progesteron yang meningkat berpengaruh pada kondisi sembelit. 

8. Perut kembung

Hormon progesteron yang meningkat menjelang haid juga memengaruhi saluran pencernaan dan memperlambat pergerakan usus. Kondisi ini akan menyebabkan perut kembung dan sembelit yang terasa tidak nyaman dan bahkan dapat mengganggu aktivitas.