Moana Live Action Disney 2026: Cerita, Pemeran, dan Respons Para Kritikus

Kumpulan Berita – Tahun 2016 lalu, publik berkenalan dengan seorang Disney Princess baru, Moana. Bukan putri kerajaan, ia adalah seorang anak kepala suku di sebuah pulau di Polinesia. Perjalanannya juga bukan tentang menemukan cinta sejati, tapi tujuan hidup dan jati diri. Inilah yang membuat banyak orang merasa dekat dengan karakter berambut keriting tersebut.

Satu dekade setelahnya, Moana kembali, kali ini dalam bentuk live action, dengan Catherine Laga’aia sebagai Moana dan Dwayne Johnson kembali menghidupkan sosok Maui.

Adaptasi live-action dari film animasi hit Disney, Moana, akhirnya rilis pada tahun 2026. Namun, alih-alih mengulang kesuksesan magis pendahulunya, film ini justru dibanjiri ulasan yang kurang menguntungkan dari para kritikus.

Sinopsis Film Moana (2026)

Film Moana mengikuti kisah perjalanan Moana, seorang gadis muda dari pulau Motunui yang memiliki rasa penasaran besar terhadap lautan. Meski masyarakat di desanya dilarang untuk berlayar melewati batas karang, Moana justru merasa terpanggil untuk mengikuti jejak leluhurnya dan mencari jawaban tentang hubungannya dengan laut.

Ketika ancaman mulai mengganggu kehidupan di pulaunya, Moana pun memulai perjalanan berbahaya melintasi samudera untuk mengembalikan jantung dewi Te Fiti yang telah dicuri. Dalam petualangannya, ia bertemu dengan Maui, manusia setengah dewa dengan kekuatan luar biasa. Bersama Maui, Moana menghadapi berbagai tantangan di tengah lautan. Di samping itu dia menemukan keberanian dalam dirinya, serta memahami arti identitas, keluarga, dan warisan budayanya.

Review Singkat Moana Live Action

Secara garis besar, tak ada perbedaan signifikan antara versi animasi dan live action. Baik dari segi cerita, pun dalam cara menghadirkan sejumlah adegan kunci maupun lagu-lagu ikonis Moana. Begitu pula pergulatan emosi Moana sebagai seseorang yang menuju kedewasaan dan memikul tanggung jawab besar. Selain itu juga luka hati Maui dari masa lalu yang belum sepenuhya terobati.

Meski begitu, setidaknya ada sejumlah dialog maupun guyonan segar yang diselipkan di sana-sini dalam cerita.

Kritik Keras: “Beban” Dwayne Johnson dan Eksekusi Film

Sayangnya, pesona sang bintang muda dinilai tidak cukup untuk menutupi kelemahan mendasar dari proyek live-action ini. Kritik paling tajam datang dari sisi eksekusi cerita dan performa Dwayne “The Rock” Johnson sebagai demigod Maui.

    • Maher menyoroti usia Johnson yang kini menginjak 54 tahun, dan menyebutnya setidaknya tiga dekade terlalu tua untuk memerankan karakter Maui dalam format live-action.
    • Lebih lanjut, ulasan di The Times menganggap film ini secara keseluruhan terasa sangat berat (leaden), berbanding terbalik dengan versi animasinya yang lincah dan penuh semangat.
    • Banyak kritikus merasa film ini tidak memiliki urgensi atau alasan kuat untuk dibuat. Marshall Shaffer di The Playlist bahkan melontarkan kritik keras dengan menyebut live-action ini sebagai sebuah proyek pengeruk keuntungan (cash grab) yang pengecut, sinis, dan sama sekali tidak diperlukan.

Respon Beragam: Antara Kekecewaan dan Hiburan

Meski mayoritas sentimen di kalangan jurnalis cenderung negatif, beberapa ulasan memberikan pandangan yang sedikit lebih kontras mengenai film ini.

    • Kritikus Hanna Ines Flint dari IGN memberikan sinyal kekecewaan yang kentara, menyematkan sentimen bahwa kehadiran adaptasi film ini “tidak terlalu disambut” (not quite welcome).
    • Di sisi lain, masih ada pengulas pop-kultur yang bisa menikmati adaptasi ini. Sebuah ulasan singkat dari Mama’s Geeky justru melabeli film live-action Moana ini sebagai tontonan yang “sangat menghibur” (surprisingly entertaining).

Moana versi live-action (2026) tampaknya akan dicatat sebagai salah satu proyek adaptasi Disney yang paling memecah belah. Di satu sisi, film ini sukses melahirkan talenta menjanjikan pada diri Catherine Laga’aia, yang menjadi nyawa bagi keseluruhan cerita.

Namun di sisi lain, film ini gagal meyakinkan para kritikus arus utama yang memandangnya sebagai proyek daur ulang yang kehilangan arah dan salah casting. Bagi penonton yang hanya mencari hiburan visual, film ini mungkin masih bisa dinikmati. Namun bagi mereka yang mengharapkan keajaiban dan kelincahan setara versi animasinya, bersiaplah untuk menurunkan ekspektasi.