Golongan Darah Langka “P” Ditemukan di Cina

Kumpulan berita – Kita mengenal golongan darah A, B, AB, dan O. Sebab, dari total 33 sistem jenis darah, ternyata hanya ada dua yang digunakan secara luas, yakni sistem ABO (A, B, O, dan AB) dan rhesus (Rh) positif dan negatif. Lantas, kedua sistem ini membentuk sejumlah golongan darah dasar. Akan tetapi, beberapa ada jenis yang termasuk ke dalam kategori golongan darah yang langka karena penyebarannya tak merata.

Belum lama ini, sebuah rumah sakit di Provinsi Jiangsu, Tiongkok menemukan urutan genetik baru untuk golongan darah langka tipe P. Temuan ini menjadi kasus yang langka karena golongan darah tipe P sangat langka di dunia.

Golongan darah P ditemukan pada 1927. Sampelnya dapat dikategorikan menjadi lima subtipe, bergantung pada antigen pada permukaan sel darah merah.

Lima fenotipe golongan darah P dapat ditentukan berdasarkan ada tidaknya ketiga spesifisitas serologis pada eritrosit, dua di antaranya: P1 dan P2, sering terjadi dan tiga lainnya: P1k, P2k, dan p, sangat jarang, sebagaimana dikutip dari Science Direct.

Sampel Golongan Darah yang Langka

Menurut laporan SCMP, golongan darah P pertama kali ditemukan pada 1927. Sampel darah dapat dikategorikan menjadi lima subtipe, bergantung pada antigen pada permukaan sel darah merahnya.

Subtipe golongan darah P1 dan P2 lebih sering ditemukan dalam pengujian golongan darah P. Sedangkan, subtipe P1k, P2k, dan P sangat langka dan jarang ditemukan.

Dalam pengujian, golongan darah P lebih sering mudah terlewatkan karena tidak dapat diambil oleh reagen yang ada untuk golongan darah ABO dan Rh.

Sebagian besar penduduk dunia termasuk dalam sistem golongan darah ABO dan Rh. Namun, ada golongan darah lain yang kurang umum, seperti sistem antigen Hh/Bombay serta golongan darah P.

Golongan darah Rh null yang juga dikenal sebagai golongan darah “emas”, tidak mengandung antigen Rh dalam sel darah merahnya. Di China, darah dengan Rh-negatif juga dikenal sebagai “darah panda” ditemukan pada sekitar 0,4 persen populasi.