Babe Cabita Meninggal, Apa itu Penyakit Anemia Aplastik?

Kumpulan berita – Dunia komika Tanah Air tengah berduka, komika Babe Cabita meninggal dunia pada Selasa (9/04). Ia menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 06.38 WIB.

Diketahui Babe Cabita sendiri mulai dikenal publik setelah berhasil memenangkan gelar juara ajang Stand Up Comedy Indonesia di musim ketiga pada 2013 lalu.

Sebelumnya, Babe mengungkapkan dirinya mengidap penyakit langka, yaitu anemia aplastik. Dan mulai menjalani perawatan dan penanganan di rumah sakit sejak akhir tahun 2023.

Awalnya, Babe mengira hanya sakit biasa kelelahan, dengan gejala awal yang dirasakan adalah pusing. Ia juga mengalami kekurangan darah merah dan darah putih. Penyakit anemia aplastik disebut langka karena berbeda dengan penyakit anemia pada umumnya.

Memahami Anemia Aplastik

Melansir laman mitrakeluarga.com, Anemia aplastik adalah penyakit autoimun yang langka, di mana penderitanya akan mengalami kekurangan darah. Penyakit ini cukup berbahaya karena sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel darah merah.

Saat sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel darah merah, tubuh manusia pun tidak dapat berfungsi secara normal.

Kemudian perkembangan penyakit ini pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang berkembang secara cepat dan ada pula yang berkembang secara lambat.

Gejala

Anemia aplastik dapat memengaruhi fungsi setiap darah, termasuk leukosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, trombosit untuk pembekuan darah, dan eritrosit untuk penyaluran oksigen ke seluruh tubuh. Oleh karena itu membuat gejala anemia aplastik dapat bervariasi, tergantung dari sel darah yang terdampak.

Beberapa gejala yang paling umum dari anemia aplastik adalah:

  • Demam
  • Lemas
  • Pucat
  • Sakit kepala atau pusing
  • Jantung berdebar-debar
  • Sesak napas
  • Memar
  • Pendarahan seperti mimisan
  • Mudah terkena infeksi penyakit

Dokter biasanya mendiagnosis anemia aplastik melalui beberapa tahapan, seperti wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, prosedur biopsi, dan prosedur aspirasi.

Penyebab anemia aplastik

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, anemia aplastik disebabkan oleh 2 kondisi: karena keturunan atau gangguan kesehatan semasa hidup.

Menurut Mayo Clinic, anemia aplastik terjadi ketika sel induk di sumsum tulang yang memproduksi sel darah baru–sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit–  mengalami kerusakan. Akibatnya, sumsum tulang menjadi kosong (aplastik) atau hanya mengandung sedikit sel darah (hipoplastik).

Sejumlah gangguan kesehatan semasa hidup bisa menyebabkan anemia aplastik. Beberapa gangguan tersebut termasuk:

  • Penyakit autoimun yang dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat, termasuk pada sumsum tulang.
  • Pernah menjalani perawatan radioterapi atau kemoterapi. Dua perawatan kanker ini berisiko menyebabkan kerusakan sel sehat dalam tubuh.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti jenis antibiotik dan obat rheumatoid arthritis.
  • Infeksi virus HIV, hepatitis, cytomegalovirus, dan Epstein-Barr juga bisa meningkatkan risiko anemia aplastik.
  • Paparan bahan kimia berbahaya secara terus menerus, seperti pestisida, benzena, dan lain-lain.
  • Kehamilan, ini karena masa kehamilan berisiko menyebabkan sistem kekebalan tubuh ibu menyerang sel pada sumsum tulang.

Pencegahan

Tidak ada pencegahan untuk kasus anemia aplastik. Menghindari paparan insektisida, herbisida, pelarut organik, penghilang cat, dan bahan kimia beracun lainnya, disarankan untuk menurunkan risiko terkena anemia aplastik.