Kumpulan Berita – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pada tanggal 20 Januari dini hari, ada badai magnet Bumi dengan skala berat di Bumi. Badai magnet ini diperkirakan terjadi hingga beberapa hari ke depan menurut informasi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Melansir informasi dari akun Instagram resmi Bidang Geofisika Potensial BMKG (@geopot_bmkg), fenomena ini dipicu oleh ledakan matahari moderat yang mengakibatkan lontaran massa korona. Aliran partikel bermuatan dari lubang korona tersebut mempercepat angin matahari yang kemudian menghantam medan magnet Bumi.
Skala dampak badai magnet yang terjadi kali ini berada di level G4 (“Severe”) menurut NOAA.
Level G4 ini dikatakan parah yang terjadi kira-kira 100 kali per 11 tahun (1 siklus matahari). Sistem tenaga mungkin mengalami masalah kontrol tegangan yang meluas dan beberapa sistem pelindung akan secara keliru mengeluarkan aset utama dari jaringan.
Pesawat luar angkasa juga terkena dampaknya, kemungkinan akan mengalami masalah pengisian dan pelacakan permukaan.
Begitu pula dengan navigasi satelit yang menurun selama berjam-jam.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG dari nilai Indeks K dan indeks A nya, nilai indeks A maksimum yang tercatat adalah 63. Hal ini mengindikasikan adanya badai magnet dengan skala kuat hingga berat yang tercatat oleh stasiun pengamatan magnet di Indonesia.
Dampak badai magnet:
- Gangguan komunikasi radio HF (High Frequency)
- Gangguan sinyal satelit dan GPS
- Munculnya aurora yang biasanya muncul di daerah lintang tinggi
Meskipun badai magnet yang terjadi merupakan badai magnet berat, dampak badai magnet ini untuk wilayah Indonesia yang berada pada lintang rendah relatif kecil.
Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan Indonesia berada di sekitar ekuator geomagnetik yaitu wilayah di mana medan magnet Bumi paling horizontal (inklinasi mendekati 0 derajat) sehingga medan magnet Bumi melindungi wilayah ini dari dampak terburuk.
Badai magnetik yang paling kuat terasa di kutub.
BMKG menambahkan bahwa badai magnet bukanlah ancaman. Ini adalah fenomena alam.

