Kronologi Telaga Sarangan Longsor, Disbudpar Magetan Akan Evaluasi Total

Kumpulan Berita – Suasana wisata di kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan mendadak menjadi kepanikan setelah tebing di sekitar lokasi mengalami longsor pada Sabtu (17/1). Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah sepeda motor milik wisatawan terseret material tanah hingga jatuh ke dalam telaga. Insiden terjadi sekitar pukul 10.45 WIB, saat kawasan wisata sedang ramai dikunjungi pelancong. Tanah di sisi jalan tiba-tiba ambrol dan menyeret kendaraan yang sedang terparkir di tepi jalur wisata.

Berikut detik-detik dramatis kejadian tersebut.

1. Duduk santai dan foto-foto, bibir telaga tiba-tiba amblas

Tak ada tanda bahaya sebelum longsor terjadi. Sejumlah wisatawan terlihat duduk santai dan berfoto di tepi Jalan Lingkar Telaga Sarangan. Salah satunya, Sahrul Ramadan, tak menyangka momen liburan itu berubah menjadi peristiwa yang nyaris merenggut nyawa.

“Awalnya duduk-duduk, cuma foto-foto. Tiba-tiba langsung longsor,” ujar Sahrul.

Tanah dan badan jalan mendadak runtuh. Sahrul menjadi orang pertama yang terseret ke bawah bersama sepeda motornya. Upaya temannya menahan motor pun gagal, semuanya ikut jatuh ke telaga.

2. Tercebur ke Telaga, korban sempat terbawa ombak

Setelah terjatuh, Sahrul tak langsung bisa menyelamatkan diri. Ia sempat tercebur ke dalam telaga dan terbawa arus air akibat material longsor yang runtuh bersamaan.

“Saya sempat masuk ke air, kebawa ombak,” katanya.

Dalam kondisi panik, ia berusaha bertahan hidup dengan berpegangan pada fondasi jalan yang ikut roboh. Dua wisatawan lain juga mengalami hal serupa, terseret longsor dan jatuh ke telaga dengan kedalaman diperkirakan mencapai 6–7 meter.

Situasi di lokasi sontak ricuh. Teriakan minta tolong terdengar, sementara wisatawan lain hanya bisa menyaksikan dari kejauhan.

3. Diselamatkan pengemudi perahu

Di tengah kepanikan, sebuah perahu motor wisata yang kebetulan melintas melihat kejadian tersebut dan langsung mendekat. Sahrul menjadi korban pertama yang berhasil diselamatkan, disusul dua wisatawan lainnya. Wakapolres Magetan, Kompol Dodik Wibowo, memastikan seluruh korban selamat. Namun, tujuh sepeda motor ikut tenggelam ke dalam telaga.

“Total ada tujuh kendaraan yang masuk ke air. Semuanya sudah berhasil diangkat,” jelasnya.

Kendaraan tersebut berasal dari berbagai daerah, mulai Boyolali, Yogyakarta, Surabaya, hingga Jepara. Meski tidak ada korban jiwa, ketiga wisatawan mengalami luka lecet dan langsung mendapat perawatan medis serta pendampingan psikologis di Pos Polisi Sarangan

Disbudpar Magetan Minta Maaf

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan menyampaikan permohonan maaf atas musibah longsor yang terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan

Kepala Bidang Destinasi Wisata Disbudpar Magetan, Eka Radityo, menyatakan peristiwa tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Sebelumnya kami sudah menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya musibah longsor di Telaga Sarangan, terutama kepada para korban. Ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Eka, Minggu (18/1)

Terkait perlindungan wisatawan, Eka menjelaskan bahwa asuransi yang diterapkan bagi pengunjung Telaga Sarangan adalah asuransi jiwa, yang mencakup risiko kecelakaan yang mengakibatkan luka, meninggal dunia, atau cacat tetap. Sementara itu, kerusakan kendaraan pribadi tidak termasuk dalam tanggungan asuransi tersebut.

Lebih lanjut, kejadian longsor ini juga menjadi bahan evaluasi serius terkait pengaturan dan pembatasan kendaraan yang melintas di kawasan jalan lingkar Telaga Sarangan. Pemerintah daerah akan mengkaji kemungkinan penerapan larangan atau pembatasan kendaraan demi keselamatan pengunjung.

Peristiwa longsor di kawasan wisata unggulan Magetan tersebut kini menjadi perhatian serius berbagai pihak, seiring meningkatnya tuntutan terhadap keselamatan wisata dan tata kelola lingkungan di kawasan Telaga Sarangan.