Fakto Penyebab Harga EMAS terus Melonjak

Kumpulan Berita – HARGA EMAS telah menjadi perhatian utama bagi banyak orang di seluruh dunia, terutama bagi para investor dan masyarakat umum yang melihat logam mulia ini sebagai bentuk perlindungan terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Dalam beberapa bulan terakhir, harga emas mengalami lonjakan yang signifikan.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, menjelaskan bahwa kenaikan harga emas Antam yang mencapai Rp1.774.000 per gram pada Kamis (20/3/2025). Apakah ini tren sementara atau ada faktor mendasar yang mendorong kenaikan tersebut? Dikutip dari laman Treasury, berikut lima faktor utama yang menyebabkan harga emas terus naik:

    1. Ketidakpastian Ekonomi Global Sebagai Penyebab Kenaikan Harga Emas

Salah satu faktor utama yang menyebabkan harga emas terus meningkat adalah ketidakpastian ekonomi global. Ketika kondisi ekonomi dunia tidak stabil, banyak investor yang memilih untuk beralih ke aset yang dianggap lebih aman, seperti emas. Contohnya, selama pandemi COVID-19, harga emas melonjak tajam karena banyak negara mengalami resesi dan ketidakpastian pasar yang cukup tinggi.

Krisis keuangan atau gejolak politik juga bisa mendorong harga emas untuk naik. Emas dikenal sebagai safe haven, yakni aset yang dapat mempertahankan nilai bahkan dalam kondisi ekonomi yang sangat buruk. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memantau situasi ekonomi global agar dapat memahami dengan lebih baik mengapa harga emas terus merangkak naik.

Namun, ketidakpastian ekonomi bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi harga emas. Kadang-kadang, harga emas bisa tetap stabil meskipun terjadi gejolak ekonomi, sehingga penting untuk memperhatikan faktor lain yang juga berperan dalam penentuan harga emas.

    1. Inflasi yang Tinggi

Inflasi adalah salah satu faktor utama yang menjawab pertanyaan kenapa harga emas naik terus. Ketika inflasi tinggi, nilai mata uang cenderung menurun, dan emas dianggap sebagai alat untuk melindungi kekayaan. Emas memiliki nilai intrinsik yang tidak terpengaruh oleh inflasi, sehingga banyak investor beralih ke emas saat inflasi melonjak.

Selain itu, inflasi yang tinggi juga bisa mengurangi daya beli masyarakat. Dalam situasi seperti ini, emas menjadi pilihan investasi yang menarik karena harganya cenderung naik seiring dengan kenaikan harga barang dan jasa. Kamu yang ingin berinvestasi emas perlu mempertimbangkan tingkat inflasi sebagai salah satu indikator penting.

Namun, perlu diingat bahwa hubungan antara inflasi dan harga emas tidak selalu langsung. Ada kalanya inflasi tinggi, tetapi harga emas tidak naik secara signifikan karena faktor lain, seperti kebijakan moneter atau suku bunga. Oleh karena itu, Kamu perlu melihat gambaran ekonomi secara menyeluruh.

    1. Pelemahan Dolar AS Menjadi Salah Satu Penyebab Kenaikan Harga Emas

Harga emas memiliki hubungan terbalik dengan nilai dolar Amerika Serikat. Ketika dolar melemah, harga emas cenderung naik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa emas dihargai dalam dolar AS, sehingga pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Jadi, salah satu alasan mengapa harga emas terus naik adalah karena dolar AS yang melemah. Selain itu, pelemahan dolar AS juga dapat meningkatkan permintaan emas dari negara-negara dengan mata uang yang menguat terhadap dolar.

Misalnya, jika dolar melemah terhadap rupiah, investor Indonesia bisa lebih tertarik membeli emas karena harga emas menjadi relatif lebih murah. Ini dapat mendorong permintaan yang lebih tinggi, sehingga harga emas pun naik. Namun, perlu dicatat bahwa hubungan antara dolar AS dan harga emas tidak selalu sederhana. Terkadang, meskipun dolar melemah, harga emas tidak langsung naik karena adanya faktor lain yang memengaruhi pasar.

    1. Kebijakan Moneter yang Longgar

Kebijakan moneter yang longgar, seperti penurunan suku bunga atau pelonggaran kuantitatif (quantitative easing), juga bisa menjadi alasan kenapa harga emas naik terus. Ketika bank sentral menurunkan suku bunga, imbal hasil dari instrumen investasi seperti obligasi menjadi lebih rendah.

Umumnya investor akan beralih ke emas yang tidak memiliki imbal hasil sehingga dinilai lebih menguntungkan dan aman di tengah turunnya suku bunga. Selain itu, penurunan suku bunga juga bisa meningkatkan likuiditas di pasar, yang kemudian akan mendorong kenaikan harga aset, termasuk emas.

Kamu yang ingin berinvestasi emas perlu memantau kebijakan moneter bank sentral, terutama The Federal Reserve (Fed) di Amerika Serikat. Kebijakan yang diambil oleh The Fed memiliki dampak sangat besar terhadap harga emas.

    1. Tingginya Permintaan Fisik Emas

Permintaan fisik emas, khususnya dari sektor industri perhiasan dan elektronik, juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap lonjakan harga emas. Di negara-negara seperti India dan China, emas memiliki nilai budaya yang tinggi dan sering digunakan untuk perhiasan atau sebagai hadiah dalam acara pernikahan.

Permintaan tinggi dari negara-negara ini bisa menyebabkan harga emas meningkat. Selain itu, permintaan emas juga semakin besar dari industri teknologi, karena emas digunakan dalam berbagai perangkat elektronik. Penting untuk dipahami bahwa permintaan fisik emas tidak hanya datang dari investor, tetapi juga dari industri dan konsumen secara langsung.

Sebelumnya, harga emas dunia terus naik dalam sepekan terakhir dan mencapai puncaknya pada Selasa, 19 November 2024 karena dolar AS melemah dari level tertinggi baru-baru ini, sementara investor menunggu komentar dari pejabat Federal Reserve untuk kejelasan tentang kebijakan pemotongan suku bunga.