Kumpulan berita – Perjalanan ke luar angkasa bukanlah hal yang baru lagi. Sejarah telah mencatat berbagai peristiwa penjelajahan luar angkasa, seperti pendaratan manusia di Mars dan di bulan. Di luar angkasa, astronot harus menyesuaikan diri terhadap ruang dengan gravitasi mikro.
Gravitasi mikro mengubah aktivitas sehari-hari, ada beberapa hal yang tidak bisa mereka lakukan di luar angkasa sana. Termasuk ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas rutin seperti mandi atau tidur di tempat tidur.
Bahkan hal-hal sederhana sekalipun, sehingga membutuhkan peralatan khusus untuk menjaga kebersihan tubuh dan beristirahat tidur. Penasaran hal-hal sederhana apa saja itu? Simak ulasannya di bawah ini.
1. Tak bisa mandi normal
Di luar angkasa, astronot juga tidak bisa mandi secara normal untuk membersihkan diri mereka setiap harinya. Kurangnya gravitasi akan mencegah air mengalir ke bawah dengan baik, seperti yang normal dilakukan di Bumi, sehingga pancuran konvensional tidak mungkin bisa dilakukan.
Akhirnya astronot pun memilih sampo dan handuk tanpa bilas, karena air menempel pada permukaan dalam gaya berat mikro.
2. Astronot tidak bisa sembarangan makan dan minum
Makanan atau minuman yang bisa dikonsumsi di luar angkasa tentu saja tidak sebebas di bumi. Terdapat beberapa makanan dan minuman yang dilarang atau dibatasi.
NASA mengatakan bahwa astronot tidak diperkenankan makan makanan seperti roti, karena remahannya yang melayang dapat masuk ke mata astronot dan juga di celah-celah mesin yang dapat menyebabkan kerusakan. Selain itu, es krim dan susu juga dilarang, karena tidak ada kulkas untuk menyimpannya.
3. Tak bisa tidur tanpa penutup mata
Di lingkungan luar angkasa, di mana Matahari terbit setiap 90 menit atau bahkan cahayanya bisa menyinari terus-menerus, astronot mengandalkan penutup mata untuk menjaga waktu tidur mereka.
Penutup atau masker tidur ini akan menghalangi sinar Matahari sehingga bisa menjaga kesehatannya saat di luar angkasa.
4. Astronot tidak bisa menangis
Bukan berarti para astronot harus kuat dan tidak boleh cengeng, melainkan ketika mereka menangis, air mata mereka tidak akan mengalir ke pipi seperti ketika kita menangis di bumi.
Menurut astronot Chris Hadfield, air mata tersebut akan membentuk gumpalan seperti jeli di bawah mata. Hal ini disebabkan karena tidak ada gravitasi yang menariknya ke bawah.
5. Astronot tidak bisa menggunakan indra perasanya dengan baik
NASA melaporkan bahwa indra perasa astronot kurang bekerja saat berada di luar angkasa. Begitu kembali ke Bumi, para astronot mengatakan makanan terasa lebih kuat.
Salah satu alasannya adalah kemungkinan karena cairan dalam tubuh bergerak secara berbeda, akibat dari kurangnya gravitasi. Hipotesis lain juga mengatakan bahwa bau yang menyengat di kabin pesawat menumpulkan indra penciuman tubuh, yang pada akhirnya menumpulkan indra perasa.
6. Tak bisa menulis dengan pena biasa
Di luar angkasa, astronot tidak bisa menulis menggunakan pena atau pulpen biasa seperti ketika berada di Bumi. Hal tersebut dikarenakan pena biasa bergantung pada gravitasi untuk menarik tinta ke ujung pena.
Sebagai gantinya, para astronot menggunakan pena luar angkasa yang dirancang khusus dengan kartrid tinta bertekanan untuk bekerja dalam gravitasi mikro. Pena ini memungkinkan astronot menulis dalam orientasi apa pun, menjadikannya alat penting untuk merekam data dan catatan di pesawat ruang angkasa.

