Kumpulan Berita – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem berpotensi masih terjadi hingga awal April 2025. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mewanti-wanti masyarakat agar mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi saat Hari Raya Idul Fitri.
“Bahwa kondisi cuaca di bulan Maret itu masih dimungkinkan terjadinya cuaca ekstrem,” kata Dwikorita dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025).
Dwikorita Karnawati mengungkapkan, Maret 2025 curah hujan umumnya diprediksi berada pada kategori menengah hingga tinggi. Curah hujan tinggi hingga sangat tinggi berpotensi terjadi di pesisir Barat Sumatera, Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa-Bali-NTB-NTT, sebagian besar Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tengah dan Papua bagian selatan.
Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG memperkirakan berdasarkan peta curah hujan bulanan, wilayah dengan warna hijau tua diperkirakan mengalami curah hujan lebih dari 500 mm dalam satu bulan. Kemudian pada April curah hujan diperkirakan turun. Walaupun masih dalam kategori sedang hingga tinggi yang berkisar antara 100-300 mm per bulan.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk selalu memantau informasi cuaca terkini. Potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di beberapa wilayah dapat mempengaruhi kelancaran perjalanan,” imbau Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dikutip dari situs resmi BMKG pada Rabu (12/3/2025).
BMKG juga menyorot 10 hari terakhir Maret, khususnya dasarian ketiga atau 21-31 Maret 2025. Periode ini perlu diwaspadai. Pada dasarian ketiga Maret, curah hujan di Pulau Jawa masih dikategorikan tinggi dengan kisaran antara 200-300, dalam 10 hari. Hal itu menandakan potensi cuaca ekstrem perlu diwaspadai, walaupun durasi hujan ekstrem diperkirakan lebih singkat ketika memasuki April.
Cuaca Pasca Lebaran
Pada saat jelang lebaran dan pasca lebaran, cuaca diprediksi lebih stabil dan intensitas hujan berkurang. Kemudian pada 27 Maret-2 April 2025 wilayah-wilayah yang sebelumnya mengalami hujan lebat akan beralih ke hujan sedang hingga ringan. Pada 3-9 April, mayoritas wilayah akan hujan ringan atau gerimis, kecuali Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kedua wilayah ini masih berpotensi hujan lebat.
Waspada Wilayah Pesisir
BMKG juga mengingatkan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar mewaspadai gelombang tinggi. Pada Maret, gelombang di Samudra Hindia diperkirakan mencapai 1,5-2 meter. Kemudian pada April gelombang tinggi bisa meningkat hingga 2,5 meter.
Fenomena supermoon yang terjadi pada 29 Maret 2025 juga berpotensi menyebabkan banjir rob dengan ketinggian hingga 1 meter atau lebih, khususnya di pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Barat, Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Untuk itu dia meminta semua pihak agar terus memonitor perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG melalui berbagai kanal, terutama melalui mobile phone aplikasi infoBMKG, laman website BMKG, Sosial Media infoBMKG, YouTube dan call center 196.
Terus monitor perkembangan indikator bencana ketinggian atau debit air sungai, bendungan atau indikator lainnya yang sejenis, indikator pergerakan lereng dan segera melakukan evakuasi pada saat batas kritis indikator terlampaui.
“Terus melakukan pendampingan selama proses lokasi warga masyarakat,” tutupnya.

