Kenali Cacar Air Mulai dari Gejala, Pengobatandan Pencegahan

Kumpulan Berita – Cacar air atau varicella, adalah infeksi virus varicella zoster yang ditandai dengan munculnya ruam merah dan gatal-gatal di beberapa bagian tubuh. Biasanya, ruam pertama kali muncul di area wajah dan badan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Cacar air sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak, meskipun orang dewasa juga dapat terinfeksi. Memang, dalam beberapa kasus, cacar air dapat menyebabkan komplikasi, tetapi risikonya bisa dikurangi dengan pemberian vaksin cacar air.

Lalu, seperti apa gejala cacar air dan bagaimana penyembuhannya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini!

Gejala Cacar Air

Gejala cacar air muncul 10−21 hari setelah terpapar virus Varicella zoster. Dan gejala utamanya yaitu munculnya ruam lepuh atau bentol-bentol kemerahan yang berisi cairan. Ruam ini biasanya timbul di area wajah, leher, perut, atau punggung, dan bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh.

Ruam lepuh akibat cacar air dapat berlangsung selama 5–10 hari. Sekitar 1–2 hari sebelum ruam atau bentol terlihat, penderita bisa mengalami gejala berikut ini:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit perut
    • Lelah dan lemas atau malaise
    • Hilang nafsu makan

Pada orang yang daya tahan tubuhnya kuat, gejala cacar air umumnya tidak parah.

Perbedaan Cacar Air pada Anak dan Orang Dewasa

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada anak-anak yang sehat, varisela umumnya ringan, tetapi pada orang yang berisiko seperti gangguan sistem imun memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Pada orang dewasa, gejala cacar air hampir mirip dengan gejala pada anak-anak tetapi bisa lebih parah. Beberapa orang dewasa mungkin tidak mengembangkan ruam. Jika mereka mengembangkan ruam, mungkin tidak menyebar dengan cara yang sama.

Namun, jika mereka mengalami ruam, itu mungkin akan hilang lebih lama dan membentuk seperti bekas luka. Orang dewasa juga lebih berisiko mengalami komplikasi seperti pneumonia.

Pengobatan Cacar Air

Pengobatan cacar air bertujuan untuk mengurangi gejala, mempercepat penyembuhan, dan mencegah komplikasi. Pendekatan pengobatan dapat bervariasi tergantung pada usia pasien, tingkat keparahan infeksi, dan faktor risiko individu. Berikut adalah berbagai metode pengobatan cacar air:

1. Pengobatan Simptomatik

Antihistamin oral: Untuk mengurangi gatal, seperti difenhidramin atau setirizin.

Asetaminofen (paracetamol): Untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Hindari penggunaan aspirin pada anak-anak karena risiko sindrom Reye.

Losion calamine: Untuk meredakan gatal pada kulit.

Kompres dingin: Untuk mengurangi rasa gatal dan ketidaknyamanan.

2. Terapi Antivirus

Obat antivirus dapat diresepkan untuk pasien dengan risiko tinggi atau gejala berat. Obat-obatan ini paling efektif jika diberikan dalam 24 jam pertama munculnya ruam.

Acyclovir: Obat antivirus yang paling umum digunakan.

Valacyclovir: Versi prodrug dari acyclovir dengan bioavailabilitas oral yang lebih baik.

Famciclovir: Alternatif lain yang efektif melawan virus varicella-zoster.

3. Perawatan Kulit

Mandi oatmeal: Membantu meredakan gatal dan mengeringkan lesi.

Pakaian longgar dan lembut: Untuk mengurangi gesekan dan iritasi pada kulit.

Memotong kuku pendek: Mencegah luka akibat menggaruk.

4. Pengobatan untuk Kasus Khusus

Ibu hamil: Mungkin memerlukan pemberian immunoglobulin varicella-zoster (VZIG) untuk mencegah komplikasi pada janin.

Pasien immunocompromised: Mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit dan terapi antivirus intravena.

Bayi baru lahir: Mungkin memerlukan VZIG dan pemantauan ketat.

5. Manajemen Komplikasi

Jika terjadi komplikasi, pengobatan tambahan mungkin diperlukan:

Antibiotik: Untuk infeksi bakteri sekunder pada kulit.

Perawatan intensif: Untuk kasus pneumonia atau ensefalitis yang parah.

6. Tindak Lanjut

Pemantauan rutin: Untuk memastikan penyembuhan yang baik dan mendeteksi komplikasi dini.

Edukasi pasien: Tentang cara merawat diri dan mencegah penularan ke orang lain.

Penting untuk diingat bahwa pengobatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien. Konsultasi dengan dokter sangat disarankan untuk mendapatkan perawatan yang optimal. Selain itu, isolasi pasien selama masa infeksi aktif sangat penting untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain.

Pencegahan Cacar Air

Pencegahan cacar air dapat dilakukan dengan menjalani vaksinasi cacar air atau vaksin varicella. Di Indonesia, vaksin cacar air sudah masuk ke dalam program imunisasi wajib yang dapat mulai diberikan pada usia 12–18 bulan dengan rincian berikut:

    1. Pada usia 1–12 tahun, vaksin ini diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak pemberian 5 minggu sampai 3 bulan
    2. Pada usia 13 tahun atau lebih, vaksin diberikan 2 dosis dengan jarak pemberian 4–6 minggu
    3. Meski begitu, orang yang terlambat menerima vaksin ini dapat mendapatkannya kapan pun karena vaksin varicella bisa diberikan sampai dewasa.
    4. Selain vaksinasi, risiko untuk terkena cacar air juga dapat diminimalkan dengan:
    5. Menghindari kontak dengan penderita cacar air.
    6. Mencuci tangan ketika selesai dari kamar mandi atau sebelum dan sesudah makan
    7. Tidak berbagi peralatan makanan dengan penderita cacar air
    8. Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan perabotan di rumah jika ada anggota keluarga yang terinfeksi cacar air.

Cacar air tidak dapat sepenuhnya dicegah. Namun, untuk mengurangi tingkat keparahan dan komplikasi akibat cacar air, Anda dianjurkan untuk melakukan vaksinasi cacar air.

Bila langkah pencegahan sudah dilakukan tetapi infeksi cacar air tetap terjadi, konsultasikanlah ke dokter, terlebih jika gejala yang dialami parah.