Kumpulan Berita – Malam Halloween yang dirayakan pada hari Sabtu (29/10) di Itaewon, Korea Selatan berakhir menjadi berita duka setelah ratusan orang tewas dan terluka akibat ratusan ribu orang berdesakan di kawasan tersebut.
Tradisi Halloween di Korea Selatan sendiri setiap tahunnya dirayakan oleh masyarakat setempat, khususnya anak-anak muda, di kawasan Itaewon. Perayaan Halloween pada hari Sabtu (29/10) kemarin menjadi malam Halloween pertama yang bisa dirayakan masyarakat kota Seoul tanpa adanya aturan pembatasan terkait virus Covid-19.

Hal tersebut kemudian membuat anak-anak muda usia 20-an berbondong-bondong menyerbu kawasan Itaewon untuk berpesta merayakan malam Halloween, dan membuat kerumunan semakin banyak dan tidak terkontrol. Antusiasme ini kemudian membuat kerumunan yang membludak, hingga pada puncaknya di jam 22.20 waktu setempat satu jalan sempit yang menanjak di kawasan Itaewon memakan korban jiwa hingga 154 orang akibat orang-orang terlalu berdesak-desakan.
Dalam tragedi tersebut, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol langsung memerintahkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab utama tragedi ini sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Selain itu untuk menghormati korban tragedi Itaewon, Yoon juga mendeklarasikan masa berkabung di Korea Selatan mulai Minggu (30/10) hingga Sabtu (5/11) mendatang dan kantor pemerintahan diminta untuk mengibarkan bendera setengah tiang.

Dalam tragedi kerumunan malam Halloween di Itaewon, sejumlah korban terjatuh layaknya domino sehingga membuat orang yang berada di depan jalanan turunan tertimpa pengunjung dari atas dan terinjak-injak oleh pengunjung lainnya yang panik. Puluhan korban yang berhasil ditarik mengalami henti jantung, sehingga petugas dan beberapa pengunjung kawasan Itaewon yang selamat membantu melakukan pertolongan pertama dengan teknik CPR di tengah-tengah kerumunan massa.
Sampai saat ini sendiri dikabarkan dari 154 korban tewas, 26 di antaranya merupakan warga negara asing yang berasal dari Iran (5 orang), China (4 orang), Rusia (4 orang), AS (2 orang), Jepang (2 orang), Prancis, Australia, Vietnam, Uzbekistan, Norwegia, Kazakhstan, Thailand, Sri Lanka, dan Austria masing-masing satu orang. Dalam insiden tersebut, KBRI Seoul mengabarkan setidaknya ada 2 WNI dikabarkan terluka dan sudah mendapatkan perawatan dari rumah sakit.
“Kedua WNI tersebut saat ini dalam keadaan baik dan telah pulang dari rumah sakit,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (31/10).
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20221031065402-113-867277/update-tragedi-itaewon-korban-jiwa-jadi-154-orang-termasuk-artis/2

