Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Kumpulan berita – Kesehatan mulut dan gigi seharusnya selalu dijaga, keduanya memegang peranan penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika kesehatan mulut dan gigi tidak dijaga, risiko terhadap penyakit atau masalah kesehatan lainnya akan meningkat.

Mulut dan gigi merupakan bagian awal tubuh yang menerima makanan, cairan, dan juga salah satu organ yang terlibat dalam proses pencernaan. Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, sebelum kedua hal tersebut ditelan, makanan dan minuman akan terlebih dahulu masuk mulut.

Namun, bila bakteri dan kotoran tersebut dibiarkan mengendap, hal ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit atau kondisi medis tertentu.

Berdasarkan The Global Burden of Disease Study 2016, masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies gigi merupakan penyakit yang dialami hampir dari setengah populasi penduduk dunia (3,58 milyar jiwa). Penyakit pada gusi (periodontal) menjadi urutan ke 11 penyakit yang paling banyak terjadi di dunia. Sementara di Asia Pasifik, kanker mulut menjadi urutan ke 3 jenis kanker yang paling banyak diderita.

Apa Penyebab Masalah Gigi dan Mulut?

Masalah gigi dan mulut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan penyebabnya bisa bervariasi tergantung pada jenis masalah yang terjadi. Beberapa penyebab umum masalah mulut dan gigi meliputi:

  • Karies Gigi: penyakit gigi yang umum disebabkan oleh plak bakteri yang menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Konsumsi makanan dan minuman berlebihan yang mengandung gula atau karbohidrat dapat meningkatkan risiko karies gigi.
  • Gingivitis: peradangan gusi yang disebabkan oleh plak bakteri yang menumpuk di sekitar gigi. Kurangnya kebersihan oral yang baik dapat menyebabkan gingivitis.
  • Periodontitis: tahap lebih lanjut dari penyakit gusi yang lebih serius, di mana infeksi menyebar ke jaringan yang mendukung gigi, termasuk tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan pendukung gigi.
  • Trauma Gigi: cedera atau trauma fisik pada gigi, seperti pukulan atau kecelakaan, dapat menyebabkan kerusakan gigi, patah, atau longgar.
  • Infeksi Akar Gigi: Infeksi terjadi karena karies yang tidak diobati atau cedera. Infeksi ini bisa sangat menyakitkan dan memerlukan perawatan akar.
  • Maloklusi: kondisi di mana gigi atas dan gigi bawah tidak bertemu dengan benar saat mulut ditutup. Ini dapat mengakibatkan masalah gigi dan rahang.

Penting untuk menjaga kebersihan mulut yang baik, menjalani pemeriksaan rutin oleh dokter gigi, dan menghindari faktor risiko seperti makanan tinggi gula dan kebiasaan buruk untuk mencegah masalah mulut dan gigi. Jika mengalami masalah atau gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter gigi untuk diagnosis dan perawatan yang sesuai.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Kebersihan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan guna menjaga kesehatan mulut dan gigi. Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Memilih sikat gigi yang tepat

Pemilihan sikat gigi yang tepat merupakan langkah awal menjaga kesehatan gigi dan mulut Anda. Pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu lembut sehingga nyaman digunakan. Selain itu, pastikan bulu pada sikat gigi yang Anda pilih memiliki ujung yang kecil membulat. Jika sudah 3 bulan digunakan, Anda sebaiknya mengganti sikat gigi tersebut.

Tak hanya memperhatikan bentuk dari sikat gigi, cara menyikat gigi juga menentukan kesehatan gigi dan mulut Anda. Anda disarankan untuk menggosok gigi dengan gerakan memutar dan tidak terlalu menekan gigi.

Selain itu, Anda juga disarankan meluangkan waktu selama 2 menit untuk menggosok gigi dan lidah secara keseluruhan.

2. Melakukan flossing

Salah satu cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lainnya adalah melakukan flossing. Flossing atau membersihkan gigi menggunakan benang gigi perlu dilakukan setiap sehari sekali. Flossing dilakukan untuk membersihkan kotoran yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.

Cara menggunakan benang gigi yaitu dengan melilitkan salah satu ujung benang di jari telunjuk tangan kanan dan ujung benang lainnya di jari telunjuk tangan kiri. Lalu, jepit kedua ujung benang dengan jari telunjuk dan ibu jari. Biarkan benang tetap tegang dan bersihkan sela gigi satu per satu dengan benang tersebut.

3. Membatasi asupan alkohol

Sering mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan mulut menjadi kering. Selain itu, orang dengan ketergantungan alkohol juga lebih rentan mengalami kerusakan gigi. Hal ini karena alkohol dapat memicu penumpukan plak pada gigi dan perkembangbiakan bakteri di mulut, sehingga bisa meningkatkan risiko gigi berlubang dan ompong secara permanen.

4. Menggunakan obat kumur

Agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga, Anda dapat menggunakan obat kumur setelah makan atau sebelum tidur. Obat kumur dipercaya mampu membersihkan area gigi atau mulut yang tidak terjangkau oleh sikat gigi atau flossing.

Selain itu, obat kumur juga dapat mengurangi risiko gigi dan mulut terkena berbagai keluhan lain, seperti radang gusi, gigi kuning, bau mulut, dan plak gigi.

Sebelum berkumur, sikatlah gigi Anda terlebih dahulu agar tidak menghambat kerja chlorhexidine dalam obat kumur. Setelah itu, tuangkan obat kumur sebanyak 2 sendok the ke dalam tutup botol. Berkumurlah selama 1 menit lalu keluarkan dari mulut.

5. Mengurangi konsumsi minuman dan makanan manis

Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut juga dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi minuman dan makanan manis, seperti minuman berenergi, bersoda,      biskuit, roti, dan kue. Hal ini karena minuman maupun makanan manis yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan gigi berlubang.

6. Melakukan oil pulling

Salah satu cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lainnya adalah melakukan oil pulling. Cara ini dapat mengurangi pertumbuhan bakteri di dalam mulut dan mengurangi penumpukan plak di gigi.

Anda dapat melakukan oil pulling dengan menggunakan 1 sendok makan minyak kelapa maupun minyak wijen. Berkumurlah dengan minyak tersebut selama 15–20 menit lalu bilas mulut dengan air bersih. Setelah itu, sikatlah gigi Anda seperti biasa.

7. Menghentikan kebiasaan merokok

Kandungan nikotin dan tar di dalam rokok dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Kerugian lain jika Anda merokok adalah gigi menjadi rapuh dan mudah patah, serta meningkatkan risiko terkena kanker mulut. Oleh karena itu, cara menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan menghentikan kebiasaan merokok.