Penembakan Massal di Texas, 20 Tewas dan 26 Terluka

20 orang tewas dan 26 orang cedera dalam penembakan massal Sabtu pagi (04/08/2019) di dalam Walmart di El Paso, Texas.

Menurut laporan kepolisian setempat, ada yang melaporkan via telepon bahwa ada penembakan di Cielo Vista Mall pukul 10:39 pagi dan responden pertama tiba 6 menit kemudian. Walmart dilaporkan sedang ramai dengan kapasitas sekitar 3,000 orang yang sedang berbelanja karena sedang musim sekolah.

Patrick Crusius (21) dari Allen, Texas merupakan salah satu tersangka. Polisi mengatakan bahwa tersangka menyetir sekitar 10 jam ke lokasi penembakan dan menyerah kepada polisi tanpa insiden.

Pihak rumah sakit di El Paso mengatakan bahwa mereka telah menerima setidaknya 23 orang. 13 diantaranya dibawa ke rumah sakit Universitas El Paso, dan satu meninggal. Dua anak dibawah umur mengalami cedera, tetapi tidak parah dan sudah dibawah ke fasilitas medis anak-anak.

11 korban dibawa ke Rumah Sakit Del Sol, 9 orang kritis.

Setidaknya dua pasien sedang dalam keadaan koma.

Tim investigatif Amerika memberi keterangan bahwa ini merupakan kasus pembunuhan yang didasarkan oleh rasisme. Kepolisian telah mendapatkan barang bukti berupa ucapan rasis kepada etnis tertentu yang diunggah oleh pelaku ke forum online.

Gubernur Texas Greg Abbott menyebut peristiwa penembakan di Walmart ini merupakan salah satu dari peristiwa paling tragis di dalam sejarah Texas. Tetapi, ia yakin bahwa orang-orang di Texas akan bangkit kembali dan menjadi lebih baik. Pengamanan pun akan diperketat oleh pihak yang berwajib.