Meningkat Lagi COVID-19 Varian Arcturus, Simak Gejalanya

Kumpulan berita – Arus balik libur lebaran menjadi salah satu penyebab terjadinya kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia. Diketahui beberapa hari terakhir, muncul varian terbaru yaitu XBB.1.16 atau disebut juga Arcturus.

Mengutip dari detikcom, wilayah DKI Jakarta tercatat ada 10 pasien yang positif COVID-19 varian Arcturus. Kemudian dari semua kasus, terdapat 2 pasien yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Informasi lain mengatakan banyak diantaranya sudah menerima vaksinasi COVID-19 booster pertama.

Gejala Khas Varian Arcturus

Berdasarkan juru bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril, gejala yang paling banyak ditemukan pada pasien COVID-19 varian Arcturus adalah batuk. Selain itu,terdapat juga temuan gejala lain seperti:

  • Sakit tenggorokan atau sakit saat menelan
  • Nyeri tubuh
  • Hilang napsu makan

Namun berbeda dari varian Corona yang merebak sebelumnya, ditemukan gejala khas berupa mata merah (konjungtivitis) pada pasien COVID-19 varian Arcturus.

“Sebagian di beberapa negara di matanya itu ada kemerahan. Istilah kedokterannya konjungtivitis. Dan ada kotoran seperti belekan. Tapi tidak semua kasus jadi jangan dijadikan patokan,” terang Syahril.

Menurut spesialis mata dr Timmy Budi Yudhantara, SpM, gejala varian Arcturus pada mata sangat mirip dengan konjungtivitis akibat virus yang lain. Virus dapat menular atau menginfeksi mata lewat sentuhan tangan yang tidak bersih. Bisa juga saat bertemu dengan orang yang mungkin terinfeksi, lalu terkena percikan air liur saat berbicara, bersin, atau batuk.

“Gejala nya sangat mirip dengan konjungtivitis virus yang lain, yang agak membedakan ada sedikit kabur, lebih sensitif cahaya, dan dirasakan lebih nyeri,” terang dr Timmy.

Sangat disarankan untuk menjaga kesehatan dengan minum vitamin, makan yang bergizi, olahraga teratur dll. #salamsehat