Kumpulan Berita – Di antara kamu, ada yang sudah pernah mendengar tentang Kombucha? Kombucha adalah minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter mikrob kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir) dan difermentasi selama 8-12 hari.
Kombucha merupakan salah satu ramuan minuman kuno, yang merupakan hasil dari simbiosis murni dari bakteri dan ragi kombucha yang berasal dari Asia Timur, hingga sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu.
Selain itu, teh kombucha juga sudah dikonsumsi selama hampir 2.000 tahun di Tiongkok. Teh ini didapat melalui fermentasi teh, ragi, dan gula selama seminggu atau lebih. Selama proses tersebut, akan terbentuk zat asam, bakteri, dan alkohol. Inilah yang membuat teh kombucha memiliki cita rasa tajam, asam, serta beraroma mirip cuka.
Kombucha & Hubungannya dengan Microbiome
Dalam tubuh manusia terdapat makhluk hidup lainnya yang terdiri dari virus, bakteri, jamur, dan lain-lain. Nah, mereka disebut dengan microbiome. Masing-masing saling bekerja sama untuk mendukung metabolisme manusia. Bakteri baik dan tidak baik pun saling bersinergi.
Bakteri menguntungkan memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh. Tubuh manusia mengandung bakteri 10 kali lebih banyak daripada sel. Bakteri, virus, protozoa, dan jamur bermanfaat yang hidup di dalam tubuh — terutama di saluran pencernaan — membentuk microbiome. Salah satu yang memengaruhi adalah asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Barbara Cole, seorang praktisi perawat di Penn State Health Medical Group mengatakan, “Kombucha mengandung bakteri dan ragi yang menguntungkan dan merupakan sumber asam organik, vitamin B, antioksidan, dan trace mineral.”
Cole melanjutkan, mikroba yang beragam dari kombucha ini membantu manusia mencerna makanan, membuat vitamin seperti B12, thiamin, dan riboflavin, serta melindungi dari bakteri penyebab penyakit.
Sayangnya, dalam pola makan sehari-hari, secara tidak sadar kamu sedang turut andil merusak microbiome, lho. Misalnya terlalu sering mengonsumsi makanan olahan, terlalu tinggi lemak hewani, dan rendah asupan serat, serta penggunaan antibiotik yang berlebih atau tidak sesuai anjuran dokter. Kalau sudah begini, sebaiknya segera dievaluasi, nih, kebiasaanmu. Coba biasakan makan atau minum sesuatu yang mengandung probiotik.
Lalu apa saja sebenarnya kandungan kombucha, sehingga bisa menjadi minuman yang dapat mendukung microbiome dalam tubuh?
Manfaat Teh Kombucha
Teh yang dikenal juga dengan sebutan teh jamur ini mengandung vitamin B, sedikit alkohol, antioksidan, natrium, gula, dan probiotik.
Berdasarkan hasil penelitian, teh kombucha diketahui memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, antara lain:
-
-
Menjaga kesehatan pencernaan
-
Kandungan antioksidan dan probiotik pada minuman teh kombucha dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh, memerangi bakteri jahat penyebab infeksi, mengurangi peradangan, serta meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.
Studi penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa kombucha yang kaya antioksidan dan probiotik bermanfaat untuk membantu proses pembuangan zat beracun pada organ hati. Efek ini dianggap baik untuk memelihara kesehatan hati.
-
-
Mencegah kanker
-
Teh kombucha diduga dapat mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker. Ini berkat kandungan antioksidan polifenol di dalamnya. Namun, efek antikanker teh kombucha sebagai pencegahan penyakit kanker sejauh ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
-
-
Menurunkan kadar gula darah
-
Pada studi penelitian yang dilakukan terhadap hewan percobaan, diketahui bahwa kombucha dapat memperlambat pencernaan karbohidrat di dalam tubuh. Efek kombucha ini dianggap dapat mengurangi kadar gula darah, sehingga dipercaya baik untuk penderita diabetes.
-
-
Menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung dan ginjal
-
Studi penelitian kecil pada hewan percobaan di laboratorium menunujukkan bahwa kombucha bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Bersamaan dengan kandungan antioksidannya yang tinggi, efek kombucha ini baik untuk kesehatan jantung dan ginjal.
Apakah Minum Kombucha Memiliki Risiko?
Bagi kamu yang punya penyakit bawaan seperti diabetes, jantung, alergi, asma, atau lainnya, lebih baik konsultasikan dahulu ke dokter apabila ingin mengonsumi kombucha, ya. Sebab, risiko terjadi reaksi antara zat-zat yang dihasilkan kombucha dengan penyakit yang sedang diidap tetap ada.
Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, mengingatkan jika kamu membuatnya di rumah, para ahli menyarankan untuk menggunakan kaca, baja tahan karat, atau wadah plastik. Jaga kebersihan semuanya, termasuk peralatan dan tangan kamu.
Namun, yang patut diingat, kombucha tidak berarti 100% aman untuk setiap orang, ya. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber, bila perlu dengan ahlinya.
Itu tadi info seputar minuman yang mengandung probiotik alami dan baik untuk microbiome dalam tubuh kita. Selain asupan dari dalam, ternyata kamu juga bisa menjaga keseimbangan microbiome dengan menggunakan produk kesehatan atau kecantikan yang ramah microbiome, lho.

