Mengenal Tanaman Wijayakusuma, Dengan Julukan ‘Queen of the Night’

Kumpulan Berita – Bunga Wijaya kusuma memiliki ciri khas bunga yang sangat besar berwarna putih seperti gading dan terlihat tanaman eksotis. Struktur daun wijayakusuma juga tak kalah menarik untuk ditengok. Daunnya memiliki tekstur yang tebal, keras, dan berbentuk zigzag. Yang menjadi ciri khasnya adalah bunga yang hanya mekar di malam hari. Kelopak bunganya yang besar akan mekar dengan anggun di tengah kegelapan malam.

Sementara saat siang hari atau cahaya matahari bersinar, kelopak bunga akan menutup. Tak heran jika bunga satu ini dijuluki juga dengan ‘Queen of the Night’. Karena keunikannya, banyak orang tertarik untuk menanam atau bahkan membudidayakan bunga Wijayakusuma.

Cara Menanam dan Merawat Bunga Wijaya Kusuma

Dalam pembibitan, tanaman Wijayakusuma pertama adalah proses pemisahan. Pemisahan ini berarti pemisahan antara rumput akar dan rumput benih.

Ini dapat dilakukan dengan memisahkan bibit dari tanaman induk dan dengan memilih induk yang dapat digunakan untuk pembibitan. Memilih indukan yang baik dengan memperhatikan kelebatan tanaman yang Anda tanam dan postur dari tanaman harus baik.

Anda dapat memotong daun yang sudah tua dan menancapkannya di atas tanah yang subur dan kaya akan zat hara.

Cara merawat bunga wijaya kusuma sendiri terbilang mudah. Pada dasarnya, wijayakusuma dapat ditanam di dalam maupun luar ruangan. Yang pasti, Anda harus menaruhnya di tempat terang yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Meski tergolong dalam keluarga Kaktus, namun wijayakusuma lebih cocok disebut sebagai tanaman tropis. Ia tak bisa tumbuh di suhu udara lebih dari 38 derajat Celcius. Suhu udara optimal untuk tanaman ini berada di antara 10-32 derajat Celcius.

Sementara jika Anda menjadikannya tanaman luar ruangan, taruh wijayakusuma yang tak terkena sinar matahari langsung, seperti di bawah kanopi.

Tak seperti kaktus lainnya yang tak membutuhkan banyak air, kelembapan justru jadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam merawat bunga wijayakusuma.

Bunga satu ini membutuhkan tanah yang lembap. Di habitat aslinya, bunga ini tumbuh di hutan hujan yang beriklim lembap dan basah. Berbeda dengan kebanyakan kaktus yang tumbuh di gurun.

Jadi, jangan sampai Anda membiarkan tanah media tanam wijayakusuma sampai mengering.

Kenapa bunga Wijayakusuma hanya mekar semalam?

Seperti disebutkan sebelumnya, proses mekarnya bunga Wijayakusuma ini berkaitan dengan sistem reproduksinya. RWW Greenhouse menyebut bahwa perilaku tersebut berkaitan dengan sindrom penyerbukan. Sindrom penyerbukan kerap dilakukan oleh bunga yang berhubungan dengan kelompok hewan tertentu sebagai penyerbuknya.

Nah, bunga Wijayakusuma mengandalkan kelelawar sebagai penyerbuk utamanya. Oleh karenanya, waktu mekar bunga ini menyesuaikan dengan waktu aktif kelelawar yakni saat malam hari. Tampilan bunga yang berbentuk cakram putih besar ini pun menarik kelelawar, melansir USDA.

FYI, bunga Wijayakusuma hanya mekar sekali atau paling banyak dua kali sepanjang tahun. Waktu mekarnya pun hanya sebentar. Adapun untuk waktunya biasanya sekitar Juni atau Juli.Uniknya lagi, sebagian besar bunga Wijayakusuma yang ada di suatu area akan mekar pada waktu bersamaan.

Hal ini terjadi agar bunga-bunga tersebut dapat melakukan penyerbukan maksimal dan menghasilkan benih yang layak, melansir This is Tucson.