Kecelakaan Pesawat Medis di Philadhelpia Merupakan Insiden Fatal Kedua

Kumpulan Berita – Kecelakaan pesawat terjadi lagi, yang kali ini dialami sebuah pesawat jet untuk evakuasi medis, Rescue Air Ambulance.

Jumlah korban tewas mencapai tujuh orang tewas serta 19 luka-luka hingga Sabtu (1/2/2025). Otoritas setempat mengatakan, enam orang berada di pesawat jet medis itu, yakni gadis muda yang menjalani perawatan medis, ibunya, kru medis, dan awak penerbangan, Mereka semua warga negara Meksiko.

Pasien anak dalam pesawat ambulan itu adalah hendak menuju Tijuana. Ibu pasien ada dalam pesawat itu juga.

“Kami sangat terkejut dengan kejadian ini,” kata Shai Gold, Juru bicara Rescue Air Ambulance

Gold meyakinkan pihaknya berinvestasi besar-besaran untuk merawat pesawat-pesawatnya agar memenuhi standar internasional. Burung besi yang jatuh itu pun, dalam kondisi layak terbang. “Kami sungguh tak tahu apa yang terjadi,” kata Gold.

Kecelakaan itu terjadi hanya dua hari setelah bencana udara paling mematikan di Amerika Serikat dalam satu generasi. Pada Rabu (29/1) malam, sebuah jet American Airlines yang membawa 60 penumpang dan empat awak bertabrakan di udara dengan helikopter Angkatan Darat yang membawa tiga tentara. Tidak ada yang selamat dalam kecelakaan yang terjadi di Washington D.C.

Kemudian dalam konferensi pers, Wali Kota Philadelphia Cherelle Parker mengatakan bahwa orang yang tewas di darat sedang berada di dalam mobil di lokasi kecelakaan.

“Sejauh ini, hitungan kami ada 19 korban luka,” kata Parker.

Secara terpisah, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan dalam melalui di X bahwa dia telah meminta pejabat konsulat untuk memberikan dukungan kepada keluarga dari enam warga negara Meksiko yang berada di dalam pesawat dan tewas ketika pesawat itu jatuh.

Insiden Fatal Di Philadelphia

Kecelakaan di Philadelphia adalah insiden fatal kedua dalam 15 bulan bagi Jet Rescue. Pada 2023, lima awak pesawat tewas ketika pesawat mereka melintasi landasan pacu di negara bagian Morelos, Meksiko tengah, dan jatuh di lereng bukit.

Kecelakaan itu terjadi kurang dari 5 kilometer dari Bandara Northeast Philadelphia, yang utamanya melayani jet bisnis dan penerbangan charter.

Jet jenis Learjet 55 dengan cepat menghilang dari radar setelah lepas landas dari bandara pada pukul 18.06 waktu setempat dan mendaki ke ketinggian 487 meter. Pesawat itu terdaftar pada perusahaan yang beroperasi sebagai Med Jets, menurut situs pelacakan penerbangan Flight Aware.

Tak lama setelah pukul 18.00, audio yang direkam oleh LiveATC menangkap pengontrol lalu lintas udara yang memberi tahu “Medevac Medservice 056” untuk berbelok ke kanan saat berangkat.