Kumpulan berita – Setiap Bunda pasti menginginkan kehamilan yang berjalan lancar dan sehat dari trimester 1 sampai trimester 3. Namun, ada baiknya saat mendapatkan kehamilan Bunda juga mulai memperbanyak edukasi terkait pertolongan pertama terhadap berbagai masalah kesehatan yang mungkin terjadi.
Pendarahan saat hamil adalah keluhan yang umum terjadi pada ibu hamil, terutama di trimester pertama kehamilan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun tetap perlu diwaspadai. Pasalnya, pendarahan saat kehamilan juga bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan tertentu, terlebih jika disertai gejala abnormal lainnya.
Apabila pendarahan yang muncul berupa perdarahan ringan (bercak darah) dan tidak disertai gejala lain yang mencurigakan, maka kondisi ini termasuk kategori normal dan ibu hanya perlu menunggunya sampai berhenti.
Sementara itu, jika pendarahan saat kehamilan disertai dengan gejala abnormal, seperti kram perut hebat, keputihan berbau disertai nyeri dan demam, maka segera periksakan kondisi tersebut ke dokter kandungan untuk mengetahui penyebab serta mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyebab pendarahan saat hamil
Penyebab pendarahan vagina terbagi menjadi 2 yaitu pendarahan sebelum usia kehamilan kurang dari 20 minggu dan setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu.
Usia kehamilan kurang dari 20 minggu
Pendarahan implantasi
Saat usia kehamilan menginjak 4 hingga 5 minggu, beberapa wanita mungkin mengalami pendarahan yang disebut pendarahan implantasi. Pendarahan ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi sel sperma menempel pada lapisan rahim.
Keguguran
Pendarahan mungkin menjadi tanda pertama dari keguguran. Sekitar 1 dari 15 wanita yang mengalami pendarahan pada kehamilan awal berakhir dengan keguguran.
Kehamilan ektopik
Penyebab pendarahan yang langka tapi dapat dikatakan cukup serius. Kehamilan ektopik dapat pecah dan menyebabkan pendarahan berat, bahkan bisa mengancam nyawa.
Usia kehamilan lebih dari 20 minggu
Plasenta previa
Plasenta previa adalah kondisi ketika plasenta berada sangat dekat dengan leher rahim. Jika serviks mulai terbuka atau saat rahim mulai berkontraksi pendarahan bisa terjadi.
Ablasi plasenta
Ablasi plasenta adalah kondisi ketika plasenta mulai terlepas dari rahim selama kehamilan dan sebelum persalinan. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan disertai dengan nyeri perut yang tiba-tiba dan sangat hebat.
Cara Mengatasi Pendarahan saat Hamil
Meski kondisi ini cukup normal dan umum terjadi, cara paling tepat yang bisa dilakukan ibu hamil ketika mengalami kondisi ini adalah memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan. Terutama jika pendarahan tersebut disertai dengan gejala-gejala lain, seperti kram perut.
Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti USG, untuk memastikan ibu dan janin dalam kondisi baik-baik saja. Apabila tidak ditemukan masalah pada kehamilan, biasanya dokter akan menyarankan ibu menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus janin, seperti:
- Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
- Menghindari rokok atau asap rokok.
- Mengonsumsi suplemen kehamilan sesuai anjuran dokter.
- Menjaga kenaikan berat badan ideal.
- Rutin melakukan olahraga ringan, seperti senam hamil.
- Menghindari aktivitas yang berat.
- Istirahat dan tidur yang cukup.
- Menghentikan konsumsi kafein dan alkohol.
- Memperbanyak asupan air mineral untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin.
Itulah sekilas tentang pendarahan saat hamil dan pertolongan pertama yang bisa dilakukan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

