Kumpulan Berita – Memasuki bulan April akan menjadi bulan yang luar biasa bagi pecinta astronomi, dengan hadirnya dua fenomena langit spektakuler, yaitu hujan meteor Lyrid dan Pink Moon.
Selain itu, ada beberapa fenomena astronomi lain yang terjadi sepanjang April 2025. Penasaran? Simakpenjelasan di bawah ini.
1. Awal hujan Meteor Eta Aquiariid (19 April 2025)
Hujan Meteor Eta Aquariid aktif mulai Sabtu (19/4/2025) hingga Rabu (28/5/2025). Namun, puncaknya baru terjadi antara tengah malam dan fajar pada Senin (5/5/2025) dengan perkiraan laju mencapai 40 meteor per jam. Hujan Meteori Eta Aquariid berada di konstelasi Aquarius, yang menjadi asal namanya.
Sumber hujan meteor ini adalah Komet Halley yang terlihat dari Bumi sekitar setiap 75-76 tahun. Hujan meteor ini lebih terlihat di Bumi belahan selatan dan tampak rendah di langit belahan utara pada dini hari sebelum fajar.
Meskipun demikian, fenomena ini masih dapat dilihat di langit timur meskipun titik radian berada di bawah cakrawala.
2. Merkurius pada elongasi barat terbesar (21 April 2025)
Planet Merkurius mencapai elongasi barat terbesar sekitar 27,4 derajat dari Matahari pada Senin (21/4/2025). Posisi elongasi ini menjadi waktu terbaik untuk melihat Merkurius. Sebab, planet ini berada pada titik tertingginya di atas cakrawala langit pagi.
Saat berada pada elongasi atau posisi jarak dengan Matahari yang terbesar, Planet Merkurius akan berada di langit timur sebelum Matahari terbit.
3. Pekan Langit Gelap, (21-28 April 2025)
Partisipasi dalam Pekan Langit Gelap bisa dilakukan dengan cara mematikan pencahayaan buatan yang tidak dibutuhkan, khususnya pencahayaan di luar ruangan.
4. Hujan Meteor Lyrid (22 April 2025)
Hujan Meteor Lyrid berlangsung setiap tahun pada 16-25 April. Puncaknya, terjadi pada Selasa (22/4/2025) malam hingga Rabu (23/4/2025) pagi.
Dikutip dari RMG, Bulan akan berada di bawah cakrawala, sehingga langit tidak terkena polusi cahaya dan menghasikan kondisi ideal untuk mengamati puncak Hujan Meteori Lyrid.
Pemandangan terbaik Hujan Meteor Lyrid bisa dilihat dari lokasi yang gelap setelah tengah malam. Meteor akan memancar dari konstelasi Lyra, tapi juga dapat muncul di mana saja di langit. Hujan Meteor Lyrid bisa menghasilkan sekitar 20 meteor per jam pada puncaknya.
Fenomena ini dihasilkan partikel debu dari komet C/1861 G1 Thatcher yang mengitari Matahari setiap 415 tahun. Ini merupakan hujan meteor tertua yang masih terlihat hingga saat ini. Fenomena tersebut pertama kali tercatat pada 687 SM.
5. Bulan Baru (27 April 2025)
Bulan akan berada di sisi Bumi yang sama dengan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam pada Minggu (27/4/2025). Situasi ini menghasilkan fenomena New Moon atau Bulan Baru
Saat fenomena ini berlangsung, tidak ada cahaya Bulan yang mengganggu pengamatan langit. Karena itu, fenomena Bulan Baru menjadi waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati objek redup, seperti galaksi dan gugusan bintang.

