Akhirnya Tertangkap! Upik Lawanga Buronan Polisi Selama 14 Tahun!

Kumpulan Berita – Taufik Bulaga alias Upik Lawanga akhirnya ditangkap oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dari Mabes Polri mengatakan, Upik Lawanga sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2006.

Awi menginformasikan bahwa,  Upik Lawanga ditangkap di Lampung oleh Densus 88 Antiteror pada Rabu (23/11) setelah menjadi buron selama 14 tahun.

Penangkapan ini terjadi pada pukul 14.35 WIB di Jl. Raya Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Awi menyebutkan bahwa Upik Lawanga adalah aset paling berharga Jamaah Islamiyah. Disebutkan bahwa Upik adalah penerus Dr Azhari. Oleh karena itu dalam pelariannya, Upik Lawanga selalu berpindah-pindah tempat dan dilindungi oleh bidang khusus yang dibentuk oleh JI (Jamaah Islamiyah).

Densus 88 Antiteror Polri menyita sejumlah barang bukti dari penangkapan Upik Lawanga:

  • 8 bilah senjata tajam.
  • 1 sejata api rakitan.
  • 1 senjata angin.
  • 1 crossbow.
  • 1 bilah panah.
  • 13 peluru.
  • 1 bunker dengan kedalaman 2 meter.

Polri mengatakan Upik Lawanga tertangkap karena rangkaian operasi Densus 88 Antiteror yang dilakukan sejak 23 hingga 25 November kemarin.

Sebelumnya, nama Taufik Bulaga atau Upik Lawanga disebut sebagai orang yang merakit bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton. Upik juga ada dalam DPO kasus bom Solo dan Cirebon.

Komjen (Purn) Anton Bachrul Alam selaku Kadiv Humas Polri pada 2011 silam menduga Upik Lawanha terlibat dalam kasus bom Solo dan Cirebon. Namun dia mengaku belum tahu persis mengenai peran dari buron pelaku bom Poso di medio 1990 ini

Dari tahun 2007, Upik Lawanga tercatat melarikan diri dari Poso lewat jalur Makassar, Surabaya, Solo, samapi akhirnya menetap di Lampung.

Densus 88 Antiteror sendiri pun memastikan terkait dengan anggota JI yang lain, termasuk pihak yang sengaja menyembunyikan UL sebagai DPO, akan dilakukan penegakan hukum sesuai peraturan perundangan-undangan berlaku.

Fakta dari Upik Lawanga

Pascakonflik Poso pada 2001

Kelompok JI berada di Poso untuk melakukan pelatihan militer kepada pemuda-pemuda Muslim Poso. Pemuda-pemuda ini diberi nama Uhud 1, 2, dan 3. Uhud sendiri adalah nama angkatan pelatihan militer dan Upik Lawanga menjadi salah satu pesertanya.

Menjadi anggota JI dan dikirim ke Pulau Jawa.

Setelah menjadi anggota, Upik kemudian ditugaskan untuk belajar ilmu membuat bom high eksplosive dengan dokter Azahari Upik Lawanga kemudian melakukan sejumlah aksi terorisme setelah memiliki kemampuan membuat bom dan keampuan militer, seperti menembak,

Aksinya dari Upik Lawanga

Tahun 2004

  • Pembunuhan Helmi Tembeling istri anggota TNI Angkatan Darat di Sulawesi Tengah.
  • Penembakan dan pengeboman Gereja Anugerah 12 Desember 2004
  • Bom Gor Poso 17 Juli 2004
  • Bom Pasar Sentral 13 November 2004

Tahun 2005

  • Bom Pasar Tentena 28 Mei 2005
  • Bom Pura Landangan 12 Maret 2005
  • Bom Pasar Maesa 31 Desember 2005

Tahun 2006

  • Bom termos nasi tengkura 6 September 2006
  • Bom senter Kawua 9 September 2006
  •  Penembakan sopir angkot Mandale

Tahun 2020

Upik, membuat senjata api rakitan dan pembuatan banker dimana banker ini digunakan Upik Lawanga untuk merakit senjata dan menyimpan berbagai keperluan untuk melakukan aksi teror.

Korban:

Tindak pidana terorisme yang dilakukan Upik Lawanga  selama dia berada di Poso memakan korban jiwa sebanyak 119 orang. Yaitu 27 orang meninggal dan 92 orang mengalami luka-luka.