Bukan Karena Makanan! Ini Penyebab Lain Berat Badan Kamu Naik!

Kumpulan Berita – Pola makan atau kurang gerak bukanlah satu-satunya alasan  naiknya berat badan. Perlu diketahui, mencari tahu mengapa berat badan naik dan apa penyebabnya lebih rumit dari sekedar mengevaluasi pola makan.

Biasanya penambahan berat badan sering disebabkan oleh asupan kalori berlebih yang diterima oleh tubuh. Tidak hanya itu, “kalori masuk, kalori keluar” dianggap cukup kuno untuk menentukan penyebabnya. Hal ini dikarenakan ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kenaikan berat badan seseorang, di antaranya:

Masalah hormon

Melansir dari CNET, jika seorang perempuan mengalami kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, satu hal yang harus dicurigai adalah karena faktor hormon.

Kamu bisa memeriksakan diri ke dokter hingga melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya. Hal ini dikarenakan, hormon mengatur begitu banyak proses penting dalam tubuh, termasuk metabolisme.

“Ada lima masalah utama hormon yang dapat memengaruhi berat badan. Jika terjadi salah satunya atau secara kombinasi, hal itu dapat memicu penyimpanan lemak dan penambahan berat badan,” ungkap ahli gizi fungsional, pakar kesehatan hormon dan pendiri perusahaan perawatan kesehatan hormon FLO Living, Alisa Vitti.

Lima masalah hormon tersebut adalah:

  1. Resistensi insulin: hormon yang mengatur gula darah. Resistensi insulin ini akan terjadi ketika tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik.
  2. Tiroid rendah: tiroid merupakan pengatur utama metabolisme serta hormon utama lainnya. Hormon tiroid rendah dapat memperlambat metabolisme dalam tubuh seseorang. Hal ini akan berakibat terhadap penambahan berat badan.
  3. Testosteron rendah: testosteron yang  biasanya hanya dikaitkan dengan laki-laki, namun ternyata  perempuan juga memilikinya. Hormon ini berperan dalam berat badan dan metabolisme.
  4. Peningkatan estrogen: estrogen adalah hormon penting, dengan kadar yang wajar. Katena ketika kadarnya terlalu tinggi, estrogen ini dapat menyebabkan penambahan berat badan.
  5. Kortisol yang meningkat: hormon stres yang terus meningkat terlalu lama dapat membuat berat badan bertambah.

Namun ada juga kondisi medis yang melibatkan hormon yang dapat menjadi penyebab kenaikan berat badan yang tidak terduga.

“Ketika seseorang memiliki kondisi seperti PCOS, fibroid, endometriosis, kista ovarium, atau PMS, artinya berarti hormon tubuh orang tersebut tidak berfungsi secara optimal,” ujar Vitti.

Kondisi pribadi dan penyedia layanan kesehatan di sekitarnya dapat menjadi satu cara bagaimana seseorang dapat menyeimbangkan hormon.

Secara umum, hormon yang seimbang dikarenakan perubahan gaya hidup seperti pola makan dan olahraga. Beberapa dokter juga  dapat meresepkan upaya lain sebagai solusi menyeimbangkan hormon, seperti terapi hormon.

Stres

Stres juga sangat mempengaruhi hormon, yang juga memengaruhi berat badan seseorang.

“Stres kronis tingkat rendah yang berkepanjangan merupakan faktor yang sangat besar (terhadap kenaikan berat badan), terutama bagi perempuan,” ujarVitti.

Melakukan satu aktivitas yang menimbulkan stres setiap harinya akan memengaruhi adrenal seseorang. Dimana kelenjar adrenal menghasilkan hormon yang membantu mengatur metabolisme, tekanan darah, dan sistem kekebalan tubuh.

Stres dan kebiasaan yang diakibatkan oleh stres adalah gambaran besar yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan juga peradangan.

Beberapa kebiasaan yang diakibatkan oleh stress antara lain melewatkan makan, mengandalkan kopi, minim makanan padat nutrisi, kurang olahraga, dan lainnya. 3.

Obat-obatan

Berat badan juga akan naik saat mengonsumsi obat setiap hari atau hanya dalam jangka pendek. Jika berat badan kamu naik saat meminum obat-obat tertentu segeralah berbicara dengan dokter untuk mendapatkan solusinya.

Biasanya dokter akan menyesuaikan dosis obatmu atau beralih ke obat yang lain. Antidepresan, obat diabetes, hingga obat tekanan darah adalah beberapa contoh obat yang dapat menaikan berat badan.

Penuaan

Banyak orang mengalami penambahan berat badan seiring bertambahnya usia. Kondisi ini terjadi karena laju metabolisme basal atau jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh mulai menurun , dan begitu pula massa otot seiring bertambahnya usia.

Itu berarti, jumlah makanan dan porsi olahraga yang dilakukan seseorang ketika usianya 50 tahun mungkin sama dengan ketika ia berusia 30 tahun. Meski begitu, belum tentu jumlah otot yang didapatkan itu sama.

Orang tersebut juga belum tentu bisa mempertahankan berat badan yang sama seperti ketika usianya masih 30 tahun. Cara mengatasinya adalah dengan menyesuaikan asupan makanan dan rutinitas kebugaran.

Contohnya saja, fokus pada asupan protein yang cukup dan latihan kekuatan untuk membantu menjaga kesehatan massa otot seiring bertambahnya usia.

Kurang tidur

Salah satu alasan mengapa berat badan seseorang bertambah yang lain adalah kualitas tidur yang kurang baik. Seseorang yang kurang tidur biasanya tidak termotivasi untuk makan sehat, memasak, atau berolahraga.

Selain itu, kurang tidur dapat mengganggu hormon dan memicu munculnya masalah kesehatan. Kondisi ini dapat mengacaukan sinyal nafsu makan, yang berakhir menyebabkan seseorang makan berlebih.