Bagaimana  Fase Hidup Capung? Begini Prosesnya

Kumpulan Berita – Capung dikenal dengan kemampuan terbang yang luar biasa. Serangga satu ini melalui tahap siklus hidup yang cukup unik. Di mana mereka termasuk ke dalam hewan dengan metamorfosis tidak sempurna. Berbeda dengan kupu-kupu yang memiliki tahap pupa, capung langsung bertransisi dari larva ke dewasa. Jadi, siklus hidup capung terdiri dari tiga tahapan utama, yakni telur, nimfa atau larva, dan capung dewasa.

Dalam fase sebagai nimfa, capung membutuhkan lingkungan yang bersih dan kondisi air yang tenang. Tidak heran, keberadaan capung-capung di suatu tempat menunjukkan bahwa kondisi sekitar tempat tersebut masih bersih dan terbebas dari pencemaran.

Selain capung mampu menunjukkan indikator pencemaran air di sebuah danau, sungai ataupun kolam, dalam fase nimfa, capung memakan jentik-jentik nyamuk penyebab penyakit. Untuk lebih jelasnya simak lebih lengkap di bawah ini!

1. Telur

Capung melewati proses perkawinan yang sangat unik, di mana saling mengait membentuk pose hati. Proses ini berlangsung sampai capung jangan mengeluarkan sperma untuk membuahi sel telur. Kemudian capung betina akan meletakkan telurnya di air atau area dekat air.

Secara biologis, karakteristik telur ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu endofitik dengan bentuk memanjang dan diletakkan di tanaman, lumpur, atau kayu basah. Kedua ada eksofitik yang berbentuk bulat dan akan diletakkan dalam zat seperti jeli lalu diendapkan di dalam air. Selama proses ini capung jantan akan setia melindungi betina.

Bahkan beberapa capung betina bisa bertelur sambil tenggelam dan menggunakan capung jantan untuk menariknya ke daratan. Lamanya masa inkubasi telur tergantung pada spesies dan kondisi suhu lingkungan sekitar. Biasanya telur akan menetas dalam waktu 2–5 minggu.

2. Nimfa

Setelah kini-kini atau larva capung berganti kulit, mereka akan menjadi nimfa. Fase sebagai nimfa ini merupakan waktu paling lama dalam daur hidup capung. Lama masa hidup nimfa tersebut bisa mencapai 4 tahun.

Seekor nimfa capung akan menjadi ganas ketika ada yang mendekatinya. Mereka menjadi ganas untuk tetap bertahan hidup dan terhindar dari hewan lain yang bisa mengancam hidupnya. Selain itu, pada fase ini, nimfa akan baik ke permukaan air dan hinggap di sela-sela tumbuhan kolam atau danau. Kemudian, nimfa akan berganti kulit dan muncul menjadi capung muda.

3. Capung dewasa

Ketika larva sudah tumbuh maksimal dan kondisi lingkungan mendukung, larva akan melakukan metamorfosis terakhir. Mereka membiasakan diri menghirup udara dan keluar dari kulit lamanya. Karena sayap mereka masih basah, capung dewasa memerlukan waktu untuk mempersiapkan diri.

Barulah setelah sayap mengeras sepenuhnya, capung akan melakukan penerbangan pertamanya. Mereka akan menghabiskan waktu sekitar satu minggu menjauh dari air untuk berburu serangga terbang kecil. Mereka juga akan mematangkan warna tubuh serta organ reproduksinya.

Kelangsungan hidup capung sangat bergantung pada air, terutama saat tahap nimfa. Oleh karena itu, keberadaan capung di lingkungan sekitar bukan sekadar pemandangan yang indah, melainkan sebuah tanda bahwa lingkungan perairan masih terjaga.