Kumpulan Berita – Kerang merupakan hewan laut yang tak bertulang belakang serta termasuk kelompok hewan bertulang lunak. Kerang memiliki dua cangkang yang keras sebagai pelindung tubuhnya. Bagian dalam kerang yang disebut daging kerang ternyata terdiri dari ginjal, jantung, mulut, dan anus. Bagian inilah yang biasa dikonsumsi dan disebut “daging” kerang oleh manusia.
Dalam ekosistem laut, kerang laut berperan penting sebagai penyaring alami yang membantu menjaga kebersihan air dan sebagai sumber makanan bagi berbagai hewan laut lainnya. Selain perannya dalam ekosistem, kerang laut juga memiliki nilai budaya dan ekonomi yang signifikan bagi manusia. Berbagai jenis kerang laut telah menjadi bagian penting dari kuliner tradisional di banyak negara, terutama di kawasan pesisir.
Hidangan kerang biasanya diolah menjadi kerang goreng, kerang oseng, sate kerang, kerang bakar, sup kerang dan lain-lain. Akan tetapi, cara memasak kerang yang salah, akan membuat hidangan kerang menjadi keras dan berbau amis. Oleh sebab itu, terlepas dari apapun jenis kerangnya, tetap harus memperhatikan proses pengolahan dan kebersihan agar tetap aman dikonsumsi.
1. Kerang Hijau
Sesuai dengan namanya kerang hijau memiliki cangkang yang berwarna hijau. Kerang hijau memiliki nama ilmiah Perna viridis atau dikenal sebagai green mussels. Kerang hijau memiliki sebaran yang luas mulai dari laut India hingga Pasifik Barat, dari Teluk Persia hingga Filipina, serta bagian Utara dan Timur Laut Cina hingga ke Taiwan.
Kemudian kerang ini juga tersebar luas di perairan Indonesia dan dengan mudah ditemukan dalam jumlah yang melimpah. Secara khusus kerang hijau akan diperoleh secara massal jika penangkapan dilakukan pada bulan Maret hingga Juli. Biasanya kerang ini hidup bergerombol dan menempel kuat pada benda-benda keras seperti kayu, bambu, batu atau benda lainnya.
Kerang hijau merupakan salah satu biota laut yang mampu bertahan hidup dan berkembangbiak pada tekanan lingkungan yang ekstrem, sehingga sangat mudah untuk dibudidayakan. Hal ini membuat kerang hijau cukup murah di pasaran dan mudah dibeli secara offline maupun online.
2. Kerang Simping
Jenis kerang satu ini mungkin belum terlalu populer di rumah-rumah, tapi kamu pasti pernah lihat di restoran seafood. Kerang simping dikenal juga dengan nama scallop. Cangkangnya pipih dan bulat, dengan warna putih kekuningan.
Daging kerang simping punya rasa yang lebih manis dan tekstur yang halus. Biasanya disajikan dalam bentuk grilled scallop atau ditumis dengan mentega dan bawang putih. Cocok banget buat kamu yang suka rasa seafood yang lebih ringan.
Cara membersihkan kerang simping (scallop) dimulai dengan membuka cangkangnya menggunakan pisau tipis, lalu pisahkan daging dari cangkang dan buang bagian hitam (organ dalam) yang tidak dimakan. Cuci daging scallop dengan air mengalir hingga bersih dari pasir dan lendir. Keringkan dengan tisu dapur sebelum dimasak agar hasilnya lebih maksimal.
3. Kerang Tiram

Kerang tiram memiliki cangkang yang sangat pipih dan keras seperti batu karang. Cangkang kerang tiram ini juga mengandung kapur dan dapat dilihat jika digesekkan. Kerang tiram memiliki nama latin Oyster. Selai itu, kerang tiram dikenal sebagai kerang dengan kelas tinggi karena harganya yang mahal dan karakteristik rasanya yang lebih enak.
Kerang tiram cukup populer dan biasanya lebih disukai jika dimakan mentah. Anda dapat menemukan menu seperti ini di restoran seafood atau sejenisnya. Daging kerang tiram dianggap sudah enak dan segar walaupun masih mentah. Sementara jika mengolah kerang tiram, justru dilakukan oleh produsen bumbu dan menghasilkan saus tiram, bukan sebagai hidangan utama.
Kerang tiram memiliki keunggulan dari kandungan kalsium, vitamin A, dan vitamin B12 yang sangat tinggi. Masyarakat lokal mempercayai bahwa mengonsumsi kerang tiram ini dalam keadaan mentah akan mempertahankan kandungan nutrisi tersebut.
Dikarenakan hal ini kerang tiram jarang disajikan dalam keadaan matang, kecuali menjadi campuran tumisan sayur atau hanya sebagai pelengkap saja. Kerang ini bisanya dikonsumsi mentah sembari diberi perasan jeruk untuk menghilangkan aroma amis.
4. Kerang Kijing
Kerang kijing memiliki nama latin Pilsbryoconcha exillis. Selain itu disebut juga kerang remis dalam bahasa Melayu dan haremis dalam bahasa Sunda. Jenis kerang ini hidup di sungai maupun air tawar lain. Kerang ini dapat ditemukan di seputaran Danau Sentarum, Kapuas Hulu.
Kerang kijing sangat suka mengendap di dasar sungai yang berpasir dan berlumpur serta bersuhu dingin. Secara morfologi cangkang kerang ini berwarna kuning kehitaman atau kehijauan. Cangkangnya sangat keras seperti marmer, licin, dan tidak berbulu. Jika dibuka akan terlihat dagingnya yang berwarna putih kekuningan dengan tekstur yang keras.
Dikarenakan daging kerang kijing cenderung alot, maka kerang ini harus diolah cukup lama untuk membuat dagingnya empuk. Kelebihan dari kerang ini adalah tingginya protein di dalamnya. Selain itu, kerang ini juga sudah lama dikenal sebagai kerang dengan asam amino, lemak tak jenuh, serta zat besi yang sangat tinggi. Jenis asam amino esensial terutama leusin dan lisin penting untuk memproduksi hormo pertumbuhan, enzim, dan antibodi.
5. Kerang Batik

Kerang batik memiliki cangkang bermotif unik, seperti batik, makanya disebut demikian. Dagingnya tebal dan sedikit kenyal. Rasanya gurih dan cocok diolah dengan berbagai cara rebus, bakar, atau ditumis.
Sayangnya, kerang ini belum banyak dijual di pasar tradisional. Tapi kalau kamu nemu, jangan ragu buat memasaknya dengan saus asam manis atau sambal matah. Rasanya dijamin nendang!
Untuk membersihkan kerang batik, rendam dahulu dalam air garam selama 30–60 menit agar kotoran dan pasir keluar. Setelah itu, bilas sambil gosok perlahan bagian cangkangnya hingga bersih. Terakhir, rebus sebentar sampai cangkang terbuka, kerang pun siap diolah jadi hidangan lezat!
6. Kerang Bambu
Kerang bambu dengan nama ilmiah Solen lamarckii ini, memiliki bentuk yang berbeda dari jenis kerang yang lainnya. Bentuknya persis seperti bambu dengan panjang sekitar satu ibu jari orang dewasa. Daging kerang bambu berwarna putih-merah muda, mirip seperti daging udang yang sudah dikupas.
Kerang bambu hidup di daerah dangkal dan berlumpur, misalnya di kawasan muara dan teluk. Bentuk kerang bambu setidaknya memiliki dua cangkang persegi yang panjang dan melengkung dan akan terbuka ketika dimasak. Kerang ini paling banyak ditemukan di perairan Madura dan Jawa Timur. Masyarakat lokal juga menyebutnya dengan nama lorjuk.
Selain bentuknya yang unik, rasa daging kerang ini juga sama uniknya. Rasanya gurih dengan sensasi rasa manis yang menyegarkan. Banyak yang setuju bahwa rasanya mirip dengan udang segar. Dikarenakan jenis kerang ini tergolong langka, maka harganya juga lebih mahal dibandingkan dua kerang sebelumnya.
Kerang bambu memiliki cukup banyak nutrisi yang membantu kesehatan. Kerang ini mengandung vitamin A, vitamin B12, vitamin C, asam lemak omega-3, kalsium, dan protein. Jika ingin mendapatkan nutrisi dari kerang ini, anda bisa mengolah kerang bambu dengan beragam jenis masakan, namun banyak yang menikmati kerang ini ketika dibuat menjadi tauco pedas.
Selain itu, kerang bambu juga dapat dibuat menjadi kaldu atau campuran rengginang dan petis. Sebagai kuah kaldu, cukup merebus kerang saja tanpa campuran air dikarenakan daging kerang ini sudah banyak mengandung air. Ketika air kerang sudah keluar maka ditiriskan dan disimpan. Kuah ini dapat digunakan sebagai kaldu untuk berbagai jenis hidangan.

