Kumpulan Berita – Teknologi AI masih terus menjadi perbincangan hangat dalam berbagai bidang, perkembangannya yang kini begitu cepat juga membuat AI telah menjadi salah satu inovasi paling berpengaruh dalam peradaban manusia di awal abad ke-21. Untuk itu, mari kita lihat potensi pemanfaatan dan dampaknya.
Teknologi AI telah merevolusi hampir setiap aspek kehidupan manusia, termasuk juga dalam bidang pendidikan. Penerapan AI dapat melibatkan penggunaan teknologi, seperti pembelajaran mesin (machine learning), chatbot, augmented reality (AR), virtual reality (VR), Generative AI, dan masih banyak lagi.
Pengertian Artificial Intelligence
Sebelum membahas penerapan AI dalam bidang pendidikan, kamu perlu mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Apa itu Artificial intelligence? Artificial intelligence atau AI adalah teknologi yang terinspirasi dari cara berpikir manusia dan didesain agar bisa melakukan cognitive tasks, yaitu belajar dari data dan informasi yang telah diprogramkan secara otomatis.
AI dirancang agar sistem komputer dapat meniru kemampuan intelektual manusia. AI dapat menganalisis data dalam jumlah yang besar sehingga kita dapat membuat keputusan yang lebih baik.
Selain itu, AI juga membantu menyelesaikan tugas dengan cepat. Sehingga, dapat menghemat biaya dan waktu di berbagai bidang. AI mampu belajar dari data sehingga terus berkembang dan kinerjanya dapat meningkat.
Teknologi AI memproses data secara objektif sehingga tidak dipengaruhi oleh bias atau emosi manusia. Hal tersebut bisa meminimalkan kesalahan sehingga kamu bisa membuat keputusan yang akurat. Namun, performa AI juga dipengaruhi oleh data yang digunakan. Sistem AI akan memberikan hasil yang tidak akurat jika datanya tidak representatif.
Penerapan AI dalam Bidang Pendidikan
1. Pembelajaran Adaptif
Pembelajaran adaptif adalah teknik pembelajaran yang menggunakan data untuk menyesuaikan pengalaman belajar bagi setiap siswa. Dengan bantuan teknologi AI, data tentang cara belajar siswa dikumpulkan dan digunakan untuk merekomendasikan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Misalnya untuk lembaga pendidikan yang menggunakan Google Workspace for Education, ada fitur practice sets dalam Google Classroom. Fitur ini menciptakan alur pembelajaran (learning path) yang lebih personal antara pendidik dan siswa, memungkinkan pendidik untuk memberikan feedback yang lebih individual. Meskipun fitur ini belum tersedia di Indonesia, potensinya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran cukup signifikan.
2. Penilaian Otomatis
Secara tradisional, penilaian tugas atau ujian yang dilakukan secara manual merupakan proses yang memakan waktu, serta rentan terhadap bias dan human error. Namun, dengan munculnya sistem penilaian otomatis yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI), guru tidak perlu menghabiskan waktu untuk memeriksa hasil pekerjaan siswa. AI dapat mengevaluasi jawaban siswa secara cepat dan memberikan umpan balik dengan instan.
Sistem penilaian berbasis AI menggunakan natural language processing (NLP). NLP memungkinkan komputer memahami dan menafsirkan bahasa manusia. Sistem AI dapat menilai esai berdasarkan berbagai parameter, seperti kejelasan argumen, relevansi dengan topik, tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Contoh produk penilaian otomatis berbasis AI adalah GradeMe by Ingenta.
3, Asisten untuk Belajar
Beberapa orang mungkin harus belajar beberapa hal secara mandiri, tetapi ada pula orang yang lebih senang untuk belajar bersama dan berinteraksi. AI dapat menjadi solusi untuk hal ini. AI dapat menjadi teman yang bisa mencarikanmu informasi, meresume materi, memberikan soal soal latihan, dan banyak lainnya.
Implementasi AI sebagai asisten untuk pembelajaran juga sudah banyak dan menjadi produk komersial, misalnya saja ELSA Speak. Aplikasi ini menyediakan AI yang akan menjadi mentormu untuk belajar bahasa Inggris.
Teknologi speech recognition-nya dapat mengenali ucapan non-native speaker dengan akurasi lebih dari 95 persen. ELSA memberikan feedback secara rinci untuk pengucapan scripted text ataupun non-scripted, meliputi tekanan kata, pengucapan, kelancaran, intonasi suara, tata bahasa, dan analisis kosakata.

