Kumpulan Berita – Di era serba digital, dompet fisik perlahan mulai tergeser oleh dompet digital atau e-wallet. Praktis, cepat, dan cukup bermodal satu aplikasi di ponsel—e-wallet menjadi pilihan utama masyarakat urban dalam bertransaksi. Namun, seiring maraknya penggunaan, muncul kekhawatiran: amankah menyimpan uang di e-wallet?
Namun, beberapa warganet di media sosial X (dulunya Twitter), tidak menyarankan menyimpan uang di e-wallet atau dompet digital. Larangan tersebut lantaran uang yang disimpan dikhawatirkan bisa hilang. “Gini ya teman-teman, D***, G****, S********, O** dll itu termasuk E-WALLET. Artinya apa? Itu adalah DOMPET DIGITAL. Artinya apa lagi teman-teman? Yak, betul. Jangan menyimpang banyak uang di dompet. Apakah kalian menyimpan banyak uang di dompet asli kalian? Tidak kan ya? Simpan secukupnya saja….,” tulis @tia******, Sabtu (10/5/2025).
Ahli keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa pada dasarnya, menyimpan uang di e-wallet atau di bank sama-sama memiliki risiko. “Keduanya bisa menjadi target peretas,” ujarnya.
Namun, Alfons menegaskan bahwa tingkat risiko bisa meningkat bila pengguna ceroboh, atau jika aplikasi e-wallet tidak memiliki sistem keamanan yang kuat. Terlebih, menurutnya, e-wallet memang tidak dirancang untuk menyimpan uang dalam jumlah besar. “Kalau di bawah lima juta rupiah, masih tergolong aman. Tapi jangan sampai ratusan juta disimpan di situ,” tegasnya.
Yuk, simak risiko-risiko yang perlu diperhatikan!
-
-
Risiko keamanan digital
-
Keamanan dompet digital sangat bergantung pada perlindungan akun pengguna. Tanpa pengamanan yang kuat, akun bisa dengan mudah dibobol oleh hacker. Sering kali, orang menggunakan kata sandi yang gampang ditebak, atau gak menggunakan verifikasi dua langkah, yang justru membuat akun jadi rentan.
Selain itu, penggunaan jaringan internet yang gak aman juga bisa menjadi celah untuk pencurian data. Kalau kita mengakses dompet digital lewat Wi-Fi publik, misalnya, data pribadi bisa dengan mudah dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, penting banget untuk selalu hati-hati dan memilih jaringan yang aman.
-
-
Kehilangan akses akun
-
Menyimpan uang di dompet digital berarti mengandalkan aplikasi yang terkoneksi dengan akun. Namun, jika terjadi masalah dengan akun tersebut, misalnya lupa password atau masalah teknis, akses ke uang bisa hilang sementara. Tanpa adanya prosedur pemulihan yang jelas, uang yang sudah disimpan bisa sulit diakses kembali.
Ada juga risiko ketika perangkat yang digunakan untuk mengakses dompet digital hilang atau rusak. Tanpa backup yang tepat, kita bisa kehilangan akses ke akun tersebut dan, lebih parahnya, uang yang ada di dalamnya. Jadi, penting buat selalu mengatur pemulihan akun dan melakukan backup secara rutin.
-
-
Risiko penipuan online
-
Penipuan berbasis dompet digital sering kali terjadi dalam bentuk phishing, di mana penipu mengelabui pengguna untuk memberikan informasi pribadi. Penipu bisa menyamar sebagai pihak yang mengelola dompet digital atau mengirimkan tautan palsu yang mengarahkan ke situs yang mirip dengan aplikasi resmi. Kalau gak hati-hati, data sensitif bisa jatuh ke tangan yang salah.
Selain itu, beberapa platform yang tidak terlalu terkenal juga bisa jadi sumber penipuan. Saat uang disimpan di tempat yang gak terpercaya, ada kemungkinan besar uang akan hilang begitu saja. Jangan tergiur dengan tawaran yang terlalu menggiurkan, dan selalu pastikan dompet digital yang digunakan sudah terpercaya.
-
-
Ketergantungan pada teknologi
-
Salah satu masalah besar yang sering terlupakan adalah ketergantungan yang berlebihan pada teknologi. Jika ada masalah teknis, seperti gangguan server atau kerusakan aplikasi, maka kita gak bisa melakukan transaksi atau mengakses uang yang ada. Ketergantungan pada sistem yang kompleks ini bisa berisiko, terutama jika terjadi downtime yang tidak terduga.
Selain itu, perkembangan teknologi yang sangat cepat kadang membuat sistem dompet digital jadi rentan terhadap bug atau celah yang belum ditemukan. Inilah yang sering membuat pengguna merasa cemas, terutama ketika dompet digital baru dirilis dan belum teruji secara maksimal. Maka dari itu, berhati-hatilah dan pastikan sistemnya cukup aman sebelum dipakai.
Menyimpan uang di dompet digital memang praktis, tapi ada risiko yang harus diwaspadai. Keamanan akun, kehilangan akses, penipuan, dan ketergantungan teknologi jadi hal yang perlu diperhatikan. Selalu pastikan perlindungan data dan backup yang tepat. Dengan begitu, dompet digital bisa tetap aman digunakan.

