Kumpulan Berita – Keramas adalah salah satu kegiatan yang wajib untuk dilakukan agar rambut tetap terjaga kebersihannya. Namun, keramas ternyata tidak selalu baik untuk kesehatan rambut dan kulit kepala jika dilakukan setiap hari.
Penggunaan shampo setiap hari sebenarnya dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan rambut. Mengutip dari beberapa sumber, berikut masalah yang bisa kalian alami jika keramas setiap hari.
-
-
Merusak Lapisan Pelindung
-
Rambut memiliki lapisan pelindung alami yang disebut kutikula. Penggunaan shampo yang terlalu sering dapat merusak kutikula ini, membuat rambut rentan terhadap kerusakan akibat panas, polusi, dan zat kimia dari produk perawatan rambut lainnya.
-
-
Kulit Kepala Sensitif
-
Penggunaan shampo setiap hari dapat mengiritasi kulit kepala, terutama jika memiliki kulit kepala sensitif atau masalah seperti dermatitis seboroik atau ketombe. Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan infeksi kulit kepala.
-
-
Penurunan Kualitas Rambut
-
Rambut yang terlalu sering dicuci dengan shampo cenderung kehilangan kelembapan dan nutrisi penting. Hal ini dapat menyebabkan rambut menjadi kusam, kering, dan kurang sehat secara keseluruhan.
Carolyn Goh, MD, asisten profesor kedokteran klinis di Fakultas Kedokteran David Geffen di UCLA,menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru keramas ketika merasa rambut kotor dan berminyak. Pada umumnya, minyak dan kotoran adalah hal yang alami dan tidak akan membuat rambut rusak. Minyak ini juga dibutuhkan kulit kepala agar selalu sehat. Untuk rata-rata setiap orang, disarankan keramas 2 – 3 kali dalam seminggu.
Dengan memperhatikan frekuensi dan jenis produk digunakan, masyarakat dapat menjaga kesehatan rambut tanpa harus mengorbankan kebersihan dan penampilan. Konsultasikan dengan ahli perawatan rambut untuk saran yang sesuai dengan kebutuhan rambut.
-
-
Kehilangan Minyak Alami
-
Kulit kepala menghasilkan minyak alami yang penting untuk menjaga kelembapan dan kesehatan rambut.Memakai shampo setiap hari dapat menghilangkan minyak alami ini secara berlebihan, menyebabkan rambut menjadi kering dan rapuh.
Jika terpaksa keramas setiap hari , sebaiknya perhatikan hal-hal berikut.
Dalam kondisi tertentu, rambut perlu dicuci lebih sering akibat tumpukan kotoran, debu dan minyak.
Firman Parrol, dokter spesialis dermatologi-venereologi di Bamed Hair Care, mengatakan tidak masalah keramas setiap hari.
Ternyata sah-sah saja. Namun ahli berikan beberapa syarat yang perlu diperhatikan agar rambut tak cepat rusak.
1. Pakai kondisioner
Firman menyarankan untuk menggunakan sampo yang lembut. Kemudian setelah keramas, yang tidak kalah penting adalah memakai kondisioner.
Kondisioner akan melindungi permukaan rambut. Kondisioner ini juga berguna untuk melembapkan rambut. Ibarat skincare, kondisioner bertindak sebagai pelembap.
2. Busakan sampo
Sampo biasanya berbentuk cairan kental. Adhimukti T. Sampurna, dokter spesialis dermatologi-venereologi di Bamed Hair Care, menyarankan untuk dicampur dengan air terlebih dahulu hingga terbentuk busa.
“Jadi rambut dibasahi, sampo dibusakan di tangan, lalu ratakan di kulit kepala,” kata Adhi dalam kesempatan serupa.
Langkah ini untuk menghindari residu sampo pada kulit kepala dan sampo bisa menjalankan tugas utamanya yakni membersihkan kulit kepala dan rambut.
3. Jangan sembarang gosok
Adhi menekankan untuk tidak sembarangan memijat atau menggosok kulit kepala. Dia menjelaskan jalur pembuluh darah pada kulit kepala dari tengah ke samping.
“Pijat [kulit kepala] itu dari pinggir ke tengah. Kalau ngaco, kita mengacaukan pembuluh darahnya, padahal kita kan ingin menggemburkan ‘tanahnya’,” ujarnya.
Kulit kepala ibarat tanah dan rambut adalah tumbuhan. Pijatan jadi sarana mengolah ‘tanah’ sehingga penuh nutrisi dan rambut pun sehat. Nutrisi-nutrisi buat rambut dibawa aliran darah sehingga pijatan yang tepat akan menyehatkan rambut.
Kalau Anda memijat rambut dari tengah ke pinggir, aliran darah cepat turun dan dikhawatirkan nutrisi buat rambut belum cukup optimal.
4. Bungkus dengan handuk
Cara mengeringkan rambut pun harus tepat. Orang terbiasa mengeringkan rambut dengan handuk. Handuk dipegang lalu digosok-gosokkan pada rambut dengan harapan akan cepat kering.
Mungkin rambut memang cepat kering, tapi juga cepat rusak. Firman menyarankan penggunaan handuk cukup sebagai pembungkus rambut.
“Rambut jangan digosok-gosok dengan handuk tapi dibungkus, lalu tekan-tekan,” katanya.
5. Pakai hair dryer dengan suhu minimal
Saat handuk dinilai kurang bisa mengeringkan rambut, orang menambah upaya dengan menggunakan hair dryer. Firman berkata penggunaan hair dryer boleh saja, asal diatur dengan suhu minimal.
Suhu panas apalagi dalam kondisi rambut masih setengah basah akan cepat membuat rambut rapuh.
“Kalau pakai hair dryer diatur suhu seminimal mungkin, mungkin yang keluar hanya angin,” imbuhnya soal keramas setiap hari.

