Penting!!Kaum Hawa Pahami Siklus Menstruasi

Kumpulan Berita – Haid atau menstruasi adalah proses alami pada sistem reproduksi wanita yang ditandai dengan pendarahan dari vagina. Secara umum, perdarahan ini disebabkan oleh pengelupasan lapisan rahim setelah tidak terjadi pembuahan.

Mari simak lebih lanjut mengenai bagaimana siklus haid normal, tanda-tanda, hingga penyebab menstruasi tidak teratur melalui ulasan di bawah ini.

Apa itu Menstruasi?

Haid atau menstruasi adalah kondisi berupa keluarnya darah dari vagina yang terjadi setiap bulan. Menstruasi adalah proses normal dari organ reproduksi wanita yang biasanya dimulai pada usia 12 tahun dan berlangsung hingga memasuki masa menopause.

Pada dasarnya, menstruasi dapat terjadi karena organ reproduksi wanita sedang mempersiapkan kehamilan untuk setiap bulannya. Kondisi ini ditandai dengan pelepasan sel telur dari indung telur ke tuba falopi serta penebalan dinding rahim atau endometrium. Apabila tidak terjadi pembuahan, maka lapisan endometrium tersebut akan meluruh sehingga menyebabkan keluarnya darah melalui vagina.

Fase dalam Menstruasi

Menstruasi adalah siklus alami yang terbagi menjadi empat fase utama, yaitu fase menstruasi, folikuler, ovulasi, dan luteal. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Fase Menstruasi

Pada fase ini, dinding rahim atau endometrium akan meluruh sehingga menyebabkan keluarnya darah dan cairan lendir melalui vagina. Fase menstruasi biasanya berlangsung selama 3–7 hari.

2. Fase Folikuler

Fase folikuler merupakan salah satu fase menstruasi yang terjadi ketika ovarium membentuk folikel berisi sel telur yang belum matang. Folikel tersebut dapat berkembang serta merangsang penebalan pada lapisan endometrium. Umumnya, fase folikuler terjadi sejak hari pertama menstruasi dan dapat berlangsung selama 11–27 hari.

3. Fase Ovulasi

Fase ovulasi atau masa subur adalah fase ketika ovarium (indung telur) melepaskan sel telur yang matang. Sel telur tersebut siap dibuahi oleh sperma di saluran tuba falopi. Namun, jika tidak dibuahi, sel telur tersebut akan melebur dalam waktu 24 jam setelah terjadinya fase ovulasi yang ditandai dengan keluarnya lendir serviks dari vagina. Fase ovulasi ini biasanya terjadi pada hari ke-12 hingga 14 dari siklus menstruasi.

4. Fase Luteal

Pada fase luteal, sel telur akan berubah menjadi korpus luteum yang dapat melepaskan hormon reproduksi. Hormon tersebut dapat memicu terjadinya penebalan dinding rahim.

Namun, jika tidak terjadi pembuahan, maka korpus luteum tersebut akan menyusut dan diserap kembali oleh rahim dan menyebabkan penurunan kadar hormon reproduksi sehingga memicu peluruhan dinding rahim. Fase luteal biasanya berlangsung selama 11–17 hari dan kerap menimbulkan gejala-gejala premenstrual syndrome atau PMS.

Cara Menghitung Siklus Menstruasi

Selain untuk merencanakan kehamilan, melacak siklus menstruasi penting dilakukan oleh setiap wanita yang sudah masuk masa pubertas. Gunanya adalah untuk mengetahui apakah siklus mereka normal atau tidak.

Sebenarnya siklus haid dimulai dari kapan? Nyatanya, setiap wanita memiliki siklus haid yang berbeda-beda.

Siklus haid yang normal terjadi pada interval waktu 21-35 hari dan bisa berlangsung selama 2-7 hari. Namun, tidak semua wanita memiliki siklus yang normal.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi, seperti kondisi kesehatan, pola makan, olahraga, stres, dan berat badan.

Tanda siklus menstruasi tidak normal

Siklus menstruasi tidak normal terjadi ketika menstruasi terjadi secara tidak teratur atau tidak konsisten setiap bulannya.

Sebenarnya menstruasi yang datang sedikit terlambat atau sedikit lebih cepat dari siklus, masih dianggap normal atau teratur.

Namun, siklus menstruasi dianggap normal bila:

  • Menstruasi yang terjadi kurang dari 21 hari atau jarak waktu antara satu siklus ke siklus lainnya lebih dari 35 hari.
  • Tidak menstruasi selama tiga periode atau lebih berturut-turut.
  • Aliran menstruasi (perdarahan) yang jauh lebih berat atau lebih ringan dari biasanya.
  • Menstruasi yang berlangsung lebih lama dari tujuh hari.
  • Lamanya waktu antara siklus bervariasi lebih dari sembilan hari. Misalnya, satu siklus 28 hari, siklus berikutnya 37 hari, dan siklus berikutnya 29 hari.
  • Menstruasi yang datang bersamaan dengan nyeri hebat, kram, mual atau muntah.
  • Pendarahan atau bercak yang terjadi di antara periode, setelah menopause atau setelah berhubungan seksual.
  • Volume darah bisa memenuhi satu atau lebih tampon atau pembalut dalam satu jam.

Selain siklus yang tidak normal, keputihan yang terjadi pasca menstruasi juga perlu diwaspadai.