Pemanasan Global Sebabkan Kepunahan Beberapa Spesies

Kumpulan berita – Alasan mengapa pemanasan global dapat menyebabkan kepunahan spesies menarik untuk diulas. Pemanasan global adalah fenomena peningkatan suhu rata-rata atmosfer Bumi akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dalam atmosfer.

Beberapa spesies tercatat telah punah akibat dari pemanasan global. Dikutip dari buku Krisis Iklim Global di Indonesia, H. Antarissubhi (2023:7), pemanasan global dapat mengakibatkan perubahan drastis dalam habitat alami, sehingga memaksa banyak spesies hewan dan tumbuhan untuk beradaptasi atau bermigrasi.

Spesies yang tidak bisa beradaptasi atau bermigrasi dengan cepat dapat menghadapi kepunahan. Hal ini karena lingkungan mereka berubah terlalu cepat.

Berikut beberapa penjelasan kepunahan karena pemanasan global

Peningkatan Frekuensi Bencana Alam

Pemanasan global juga dikaitkan dengan peningkatan frekuensi dan keparahan bencana alam, seperti banjir, kebakaran hutan, dan badai tropis yang lebih kuat.

Bencana-bencana ini dapat menghancurkan ekosistem, memusnahkan spesies-spesies tertentu, dan menyebabkan kehilangan keanekaragaman hayati yang signifikan.

Asidifikasi Laut

Peningkatan emisi CO2 menyebabkan penyerapan yang lebih besar oleh lautan, yang menyebabkan peningkatan asam di perairan laut. Asidifikasi laut ini dapat merusak terumbu karang dan ekosistem terkaitnya.

Asidifikasi laut memiliki dampak signifikan pada kehidupan biota di ekosistem laut.

Pengasaman tersebut dapat menghancurkan cangkang organisme laut dan karang yang terbentuk dari kalsium karbonat, karena air laut yang menjadi asam dapat melarutkan senyawa karbonat tersebut.

Selain itu, peningkatan kadar CO2 dan asam karbonat yang memicu asidifikasi dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi karang serta organisme laut lainnya.

Dengan demikian, perubahan pH air laut secara tidak langsung berpengaruh terhadap fungsi ekosistem laut.

Perubahan Pola Migrasi

Peningkatan suhu global juga mempengaruhi pola migrasi hewan dan burung. Spesies-spesies yang bergantung pada musim tertentu untuk mencari makanan atau berkembang biak menjadi bingung karena perubahan suhu yang tidak terduga.

Mereka mungkin terlambat dalam memulai migrasi atau terjebak di daerah yang tidak cocok untuk kebutuhan mereka. Hal ini dapat mengganggu siklus hidup mereka dan menyebabkan penurunan populasi yang signifikan.

Perubahan Suhu dan Habitat

Peningkatan suhu global mengubah iklim secara drastis di berbagai belahan dunia. Perubahan suhu yang tiba-tiba dan ekstrem dapat merusak habitat alami dan mengganggu ekosistem yang ada.

Spesies-spesies yang tidak mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan suhu ini menjadi rentan terhadap kepunahan. Misalnya, es yang mencair di kutub dapat mengancam kelangsungan hidup hewan-hewan seperti beruang kutub yang bergantung pada es laut untuk mencari makanan dan berlindung.

Kekeringan dan Kehilangan Habitat

Perubahan iklim juga berkontribusi pada meningkatnya kekeringan di beberapa wilayah. Penurunan curah hujan yang signifikan dapat mengubah lahan yang subur menjadi gurun atau stepa, menyebabkan kehilangan habitat bagi banyak spesies.

Tumbuhan dan hewan yang tidak mampu bertahan di lingkungan yang kering dan tandus dapat menghadapi kepunahan karena tidak lagi memiliki sumber daya yang cukup untuk bertahan hidup.

Dampak pemanasan global terhadap beberapa spesies

    • Penyu Hijau

Suhu memengaruhi karakteristik penyu hijau, sehingga hewan tersebut sangat rentan terhadap perubahan iklim. Penyu hijau juga memiliki pertumbuhan yang lambat, sehingga rentan terhadap perubahan iklim yang terjadi.

    • Katak Atelopus

Spesies atelopus merupakan spesies katak endemis di wilayah tropis benua Amerika. Pemanasan global menyebabkan terjadinya wabah fungi patogen Batrachochytrium dendrobatidis, yang menginfeksi spesies tersebut.

    • Terumbu Karang

Perubahan iklim yang terjadi salah satunya mengakibatkan naiknya permukaan air laut yang dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup. Salah satunya adalah terumbu karang.

Perubahan suhu pada laut dapat berdampak buruk bagi terumbu karang yang tidak dapat menyesuaikan dengan perubahan iklim. Hal tersebut mengakibatkan terumbu karang akan mengalami kematian dan kepunahan.

    • Plankton dan Mangrove

Kerusakan ekosistem terjadi akibat beberapa spesies laut tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan iklim yang yang terjadi di bumi.

Perubahan iklim juga dapat merusak ekosistem laut lainnya, seperti plakton dan mangrove. Akibat dari rusaknya ekosistem di laut dapat mengakibatkan berkurangnya sumber makanan bagi manusia.

    • Tumbuhan

Perubahan iklim yang terjadi mengakibatkan tumbuhan-tumbuhan tertentu berbunga lebih cepat karena suhu meningkat. Akan tetapi, serangga yang membantu proses penyerbukannya belum siap.