Kumpulan Berita – Beberapa orang berkata bahwa cabai bukan untuk orang yang lemah hati. Namun, tampaknya bukan seperti itu. Para ilmuwan di Italia mengatakan rempah-rempah ini mencegah tingkat kematian akibat serangan jantung dan penyakit serebrovaskular. Penyakit serebrovaskular membatasi aliran darah ke otak, termasuk stroke dan aneurysm.
Studi melaporkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi cabai setidaknya 4 kali dalam seminggu mengurangi resiko meninggal akibat serangan jantung sebesar 44% dan penyakit serebrivaskular sebesar 61%.
Seorang peneliti dari Italia mengatakan bahwa mengkonsumsi cabai tidak akan mencegah serangan jantung atau stroke, tetapi resiko kematian. Studi observasi tidak mengidentifikasi secara pasti mengapa cabai sangat bermanfaat.
Cabai mendapatkan panasnya dari senyawa capsaicin. Senyawa ini sudah dipelajari oleh peneliti asal negeri Jiran terkait dengan penurunan kolesterol. Ini juga memblokir ekspresi gen yang membuat pembuluh darah menjadi kencang. Dalam penelitian pada hewan, capsaicin juga tampaknya meminimalkan lemak tubuh. Jika dikonsumsi dengan jahe, maka senyawa yang tergabung tersebut bisa menurunkan resiko kanker.
Baca Juga: Jokowi Meminta Ahok Memantau Proyek Konstruksi
Namun, beberapa penelitian telah menandai capsaicin karena hubungannya dengan kanker. Menurut komunitas peneliti, capsaicin bisa bertindak sebagai karsinogen dimana ini bisa menjadi pencegah kanker. Meskipun di konsumsi secara luas, capsaicin memiliki sejarah yang plural. Banyak juga perdebatan tentang apakah konsumsi itu aman atau tidak.
Penelitian yang baru ini membantu masyarakat luas untuk lebih memahami tentang kelebihan dari konsumsi cabai. Orang yang mengonsumsi rempah-rempah cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan segar secara umum. Sehingga, hasilnya dapat lebih bermanfaat dari yang para peneliti perkirakan.

