Mengapa Coklat Memiliki Rasa yang Enak? Begini Penjelasan Ilmiahnya!

Kumpulan Berita – Seperti yang kita tahu, cokelat menjadi salah satu makanan yang digemari banyak orang. Hal tersebut tak lepas dari rasanya yang enak. Namun ternyata, terdapat penjelasan ilmiah mengapa cokelat memiliki rasa yang enak loh!

Dilansir Science Daily, ketoka masuk ke dalam mulut, akan muncul sensasi cokelat yang berasal dari cara cokelat dilumasi. Hal ini di karenakan kombinasi dari bahan cokelat dengan air liur yang ada di mulut kita.

Kunci terpenting perubahan tekstur ini terdapat pada kandungan lemak dalam cokelat yang bersentuhan dengan lidah. Di mana partikel kakao padat dilepaskan dan menjadi penting dalam sensasi sentuhan cokelat dalam mulut kita.

Di sini, lemak memainkan peran yang sedikit terbatas dalam proses sentuhan ini. Oleh karena itu penggunaan lemak bisa dikurangi tanpa berdampak pada rasa ataupun sensasi yang diberikan oleh cokelat.

Seorang Profesor Koloid dan Permukaan di School of Food Science and Nutrition di Leeds, Anwesha Sarkar mengatakan, bahwa cokelat mempunyai 5% lemak ataupun 50% lemak, dia akan tetap membentuk tetesan di mulut dan memberikan sensasi cokelat.

Akan tetapi, lemak dalam susunan cokelat yang merupakan aspek penting dalam sensasi cokelat ini sendiri jarang diteliti.

Diketahui jika lapisan lemak harus berada pada lapisan luar cokelat, setelah itu diikuti dengan pelapisan partikel kakao yang efektif oleh lemak. Kombinasi antara pelapisan lemak dengan kakao inilah yang membuat cokelat terasa enak.

Penelitian Mengenai Coklat

Jurnal ilmiah ACS Applied Materials and Interface menerbitkan sebuah studi di mana melakukan penelitian yang berfokus pada rasa dan tekstur. Penelitian ini dilakukan memakai merk cokelat hitam mewah dan lidah buatan yang dirancang di Universitas Leeds.

Penelitian ini juga diketahui menggunakan teknik tribologi. Di mana tribologi mempelajari bagaimana permukaan dan cairan berinteraksi, tingkat gesekan diantara keduanya dan peran pelumasan,yakni peran air liur atau cairan dari cokelat. Semua mekanisme tersebut terjadi di dalam mulut ketika cokelat di makan.

Ketika cokelat bersentuhan dengan lidah akan dilepaskan lapisan lemak yang melapisi lidah dan permukaan lainnya di dalam mulut. Lapisan lemak inilah yang membuat cokelat terasa halus pada saat kita memakannya.

Dr Siavash Soltanahmadi dari School of Food Science and Nutrition di Leeds, peneliti utama dalam studi tersebut mengatakan, bahwa pemahaman mengenai mekanisme fisik saat seseorang memakan cokelat bisa dikembangkan. Hal ini juga dapat membuat cokelat dengan rasa yang enak dan lebih sehat.

Selain itu, penelitian ini juga bisa membantu para produsen untuk merancang cokelat hitam yang enak dan memiliki kandungan lemak yang sedikit. Sehingga saat memakan cokelat, kita tak perlu khawatir dengan banyaknya kandungan lemak di dalamnya.

Para peneliti meyakini, bahwa teknik fisik yang dipakai dalam penelitian ini juga bisa diterapkan pada penyelidikan bahan makanan lain yang mengalami perubahan fase. Di mana suatu zat akan diubah dari padat menjadi cair seperti es krim, margarin, atau keju.