Seekor Bayi Gajah Liar Di Aceh Mati Akibat Belalainya Putus Terkena Jerat

Kumpulan Berita – Seekor bayi gajah betina ditemukan sekarat pada hari Minggu (14/11/2021). Bayi gajah tersebut ditemukan terjebak jerat pemburu di kawasan hutan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.

Akibat jerat tersebut belalai bayi gajah yang berusia lebih dari setahun ini mengalami luka parah bahkan sampai membuat belalai bayi gajah putus setengah. Setelah ditemukan, bayi gajah betina tersebut kemudian dievakuasi oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Aceh Jaya untuk mendapatkan perawatan.

Namun setelah mendapatkan perawatan sejak hari minggu, pada hari Rabu pagi bayi gajah tersebut mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sare, Kabupaten Aceh Besar. Kepala BKSDA Aceh yakni Agus Arianto menyebutkan bahwa bayi gajah yang sudah diselamatkan oleh tim BKSDA mati pada hari Rabu (17/11/2021) pukul 08.00 WIB.

“Tadi saya dapat informasi pukul 08.00 WIB, bayi gajah yang diselamatkan dari Aceh Jaya telah mati,” ucap Agus Arianto, Senin (15/11/2021).

Agus juga mengatakan bahwa tim medis BKSDA telah melakukan berbagai upaya penanganan untuk menyelamatkan bayi gajah betina yang kehilangan setengah belalainya akibat jerat kabel perangkap babi. Namun karena kondisinya yang sudah parah saat ditemukan, membuat bayi gajah betina liar yang ditemukan di Hutan Desa Alue Meureksa ini memiliki kemungkinan hidup yang kecil,

“Belalainya saat ditemukan nyaris putus, sehingga langsung kita ambil tindakan untuk dibawa ke PLG Sare, agar dapat diberikan penanganan secara intensif oleh tim medis. Tapi tadi pagi sudah mati,” ucap Agus.

Bayi gajah betina yang tewas di Aceh ini diperkirakan baru berumur 1 tahun, dan saat ditemukan bayi gajah ini sepertinya sudah ditinggal induk dan tidak bersama koloni gajah lainnya.

“Kita sudah berusaha untuk penyelamatan, tapi karena bagian vatal yang terluka, sehingga tidak berhasil kita selamatkan. Belalai itu bagian vital bagi gajah. Kalau belalai tidak fungsi, gajah tidak bisa makan, walaupun kita biarkan di hutan setelah kita lepas jerat, tetap tidak bisa bertahan,” ujar Agus.