Kumpulan Berita – Sejak Gunung Semeru erupsi pada hari Sabtu (04/12/2021), pencarian orang hilang terus dilakukan. Sampai saat ini, korban jiwa akibat letusan Gunung Semeru terus bertambah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru saat ini sebanyak 39 orang. 39 orang ini merupakan warga dari sejumlah kecamatan yang terletak di kaki gunung Semeru.
Selain itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Joko Sambang melaporkan sampai saat ini setidaknya terdapat 105 orang terluka akibat erupsi. Diantara 105 orang yang terluka, 23 orang diantaranya mengalami luka yang cukup serius, sedangkan 82 orang lainnya mengalami luka ringan.
Tidak hanya korban jiwa dan luka berat, erupsi Gunung Semeru yang terjadi juga merusak 31 unit fasilitas umum akibat panasnya abu vulkanik. Selain itu, para peternak di sejumlah kecamatan yang berlokasi di dekat Gunung Semeru harus menelan kenyataan pahit karena mereka harus mengalami kerugian akibat hewan ternak mereka juga menjadi salah satu korban dari ganasnya letusan Gunung Semeru. Sampai saat ini hewan ternak yang menjadi korban dari erupsi Gunung Semeru yakni 764 ekor sapi, 684 ekor kambing, dan 1.578 ekor unggas.
Letusan Gunung Semeru juga merusak beberapa rumah di sekitar kaki Gunung Semeru. Namun, sampai saat ini belum ada data pasti berapa rumah yang hancur karena para relawan dan juga BPBD mengalami kesulitan untuk melakukan pendataan. Selain itu, sisa material dari Erupsi Gunung Semeru masih panas sehingga menghambat jalannya evakuasi dan juga pendataan rumah yang hancur akibat letusan Gunung Semeru.
Setelah erupsi Gunung Semeru pertama yang terjadi di tanggal 4 Desember 2021, Gunung Semeru masih mengeluarkan erupsi susulan disertai dengan guguran lava. Untuk itu, warga sekitar dihimbau untuk tetap waspada akan terjadinya banjir lahar ataupun guguran awan panas.

