Yuk Kenali Dan Pahami Lebih Lanjut Tentang Sindrom Asperger

Kumpulan Berita – Bulan Mei ini, jagat maya diramaikan dengan perbincangan seputar Drama  Korea berjudul ‘Move to Heaven’ yang mengisahkan tentang Han Geu-ru (Tang Joon-sang), seorang pemuda pengidap sindrom asperger yang kesulitan memahami emosi dan berinteraksi sosial, tetapi mempunyai ingatatn kuat dan terampil dalam melakukan tugasnya.

Geu-ru tinggal berdua bersama sang ayah, Han Jung-woo (Ji Jin-hee). Ayah dan anak itu menjalankan sebuah bisnis bernama Move to Heaven, mereka bekerja sebagai pembersih TKP. Secara garis besar, pekerjaan mereka adalah membersihkan barang-barang milik orang yang sudah meninggal dan menyisakan beberapa barang penting untuk diberikan kepada keluarga mendiang.

Kemampuan acting yang apik dari Tang Joon-sang dalam memerankan seseorang yang memiliki sindrom asperger mendapat komentar positif dari para penonton. Bagi anda yang merasa Sindrom Asperger masih asing di telinga, berikut ini kami sampaikan seluk beluk mengenai sindrom Asperger.

Sindrom Asperger sedikit berbeda dengan gangguanautisme lainnya, misalnya gangguan autistik. Pada penderita gangguan autistik, terjadi kemunduran kecerdasan (kognitif) dan penguasaan bahasa. Sedangkan pada penderita sindrom Asperger, mereka cerdas dan mahir dalam bahasa, namun tampak canggung saat berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

Sindrom ini menyerang anak-anak, dan bertahan hingga mereka dewasa. Berdasarkan perkiraan yang dikutip situs webmd.com, sindrom ini dialami oleh 0,024 hingga 0,36 persen dari anak-anak (Marganingtyas, 2014).Menurut Asperger Syndrome Coalition of the United States, kebanyakan anak-anak didiagnosa menderita sindrom Asperger setelah berumur di atas tiga tahun atau baru dapat didiagnosa menderita penyakit ini setelah mereka berumur 5-9 tahun (Wihemdra, 2008).  Walaupun belum ditemukan obatnya, sindrom Asperger yang terdiagnosis dan tertangani sejak dini bisa membantu penderitanya untuk meningkatkan potensi dan kemampuan diri dalam berkomunikasi serta berinteraksi dengan orang lain.

 

Gejala Sindrom Asperger

Berikut ini beberapa tanda atau gejala yang khas pada Penderita sindrom asperger, yaitu:

  • Sulit berinteraksi.Penderita sindrom Asperger biasanya kesulitan dalam melakukan interaksi sosial, baik dengan keluarga maupun orang lain.
  • Tidak ekspresif.Penderita sindrom Asperger jarang menampilkan ekspresi wajah atau gerakan tubuh sesuai dengan keadaan yang semestinya.
  • Kurang peka.Saat berinteraksi dengan orang lain, penderita sindrom Asperger hanya berfokus menceritakan diri sendiri serta tidak punya ketertarikan dengan apa yang dimiliki oleh lawan bicara.
  • Obsesif, repetitif, dan kurang menyukai perubahan. Rutin melakukan hal yang sama secara berulang-ulang (repetitif) dan tidak menerima perubahan pada sekitarnya ialah ciri khas penderita sindrom Asperger.
  • Gangguan motorik.Anak yang menderita sindrom Asperger mengalami keterlambatan dalam perkembangan motoriknya, jika dibandingkan dengan anak seusianya.
  • Gangguan fisik atau koordinasi.Kondisi fisik penderita sindrom Asperger tergolong lemah.

 

Penyebab Sindrom Asperger

Penyebab sindrom Asperger kerap dimiripkan dengan penyebab gangguan spektrum autisme. Penyebab pasti baik sindrom autism maupun sindrom Asperher hingga saat ini belum diketahui, tetapi para ahli memercayai bahwa terdapat kemungkinan berasal dari kelainan genetik yang diturunkan,

Pada beberapa kasus, sindrom Asperger juga diduga dipicu oleh:

  • Infeksi saat kehamilan
  • Terpapar agen atau faktor yang menyebabkan perubahan bentuk pada janin.

 

Diagnosis Sindrom Asperger

Gejala sindrom Asperger yang paling mudah terdeteksi oleh orang tua atau guru di sekolah adalah kesulitan anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Dengan gejala yang serupa, penderita sindrom asperger pada mulanya kerap didiagnosa menderita attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), yaitu gangguan jangka panjang yang menyebabkan anak sulit berkonsentrasi dan terlalu aktif (hiperaktif).

Agar tidak terjadi kekeliruan dalam penanganan dini sindrom asperger, dokter perlu melakukan evaluasi mendalam tentang interaksi sosial, perhatian saat berkomunikasi, penggunaan bahasa, ekspresi wajah saat berbicara, serta koordinasi otot dan perilaku anak.

 

Pengobatan Sindrom Asperger

Sindrom asperger yang timbul pada anak tidak dapat dicegah sama halnya dengan sindrom autism.  Namun ada beberapa upaya yang dapat dillakukan untuk menambah kualitas hidup dan meningkatkan potensi penderita. Penanganan sindrom Asperger akan difokuskan untuk menangani tiga gejala utama, yakni minimnya kemampuan komunikasi, kebiasaan obsesif-repetitif, hingga lemahnya kondisi fisik.

Bentuk penanganan ini diberikan melalui terapi yang berupa:

  • Terapi bahasa, bicaradan sosialisasi.
  • Terapi fisik.
  • Terapi okupasi. .
  • Terapi perilaku kognitif.

Obat-obatan yang biasa diberikan untuk mengontrol gejala pada sindrom Asperger adalah:

  • Aripiprazole – meredakan keinginan untuk marah.
  • Olanzapine – menekan sifat terlalu aktif (hiperaktif).
  • Risperidone – mengurangi perasaan gelisah dan sulit tidur (insomnia).
  • golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) – mengurangi keinginan untuk melakukan kegiatan yang berulang-ulang.