Kumpulan Berita – Berbagai negara di dunia memiliki tradisi unik dalam merayakan Natal dan akhir tahun. Kebiasaan itu telah berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun. Orang-orang di beberapa negara merayakan Natal dengan berbagai cara, tergantung pada tradisi budaya dan keagamaan. Meskipun banyak negara bertukar hadiah, ritual ini sangat berbeda dari umumnya.
Tradisi-tradisi unik itu membuktikan bahwa perayaan Natal hadir tidak selalu identik dengan salju dan pohon cemara. Berikut beberapa tradisi Natal unik dari berbagai belahan dunia:
Tradisi Natal di Penjuru Dunia
Di beberapa negara, tradisi perayaan Natal memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Berikut sejumlah tradisi Natal di berbagai belahan dunia.
1. Australia
Natal khas Australia identik dengan musim panas, matahari, pantai, dan tentu saja, kriket yang menjadi tradisi besar. Keluarga berkumpul menonton atau bermain kriket, seringkali di pantai atau halaman belakang rumah.
Semua orang diundang dan semua usia dipersilakan bermain atau menonton. Biasanya dalam acara kumpul-kumpul ini juga digelar barbekyu (BBQ), atau dikenal di Australia dengan istilah barbie.
Seafood merupakan salah satu menu yang disediakan, di mana udang menjadi salah satu hidangan yang istimewa saat cuaca panas.
2. Meksiko
Perayaan Natal di Meksiko juga terkenal unik, bagaimana tidak? Masyarakat Las Posadas Meksiko merayakan Natal dengan tradisi sembilan malam. Tradisi ini menggambarkan perjalanan Maria dan Yusuf mencari tempat menginap.
Untuk menjalankan tradisi ini, masyarakat akan berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi dan meminta izin dari rumah ke rumah, seolah sedang mencari penginapan, seperti yang dilakukan Maria dan Yusuf menjelang kelahiran Yesus.
Perayaan ini kemudian berakhir dengan pesta kecil, pinata, dan doa bersama. Bagi masyarakat Meksiko, tradisi yang dijalankan Las Posadas ini mengingatkan akan keramahan, solidaritas, hingga semangat saling membantu.
3. Ukraina
Di Ukraina Barat, dekorasi Natal yang paling umum bukanlah bola atau bintang, melainkan jaring laba-laba bertatahkan permata. Kebiasaan ini berasal dari Legenda Laba-laba Natal, sebuah cerita rakyat Eropa Timur di mana seekor laba-laba menghiasi pohon Natal seorang wanita yang terlalu miskin untuk membeli ornamen.
Orang Ukraina membuat jaring-jaring halus dari kertas dan kawat dan melilitkannya di sekitar pohon mereka seperti hiasan berkilau. Menemukan laba-laba atau sarang laba-laba asli di pohon natal dianggap membawa keberuntungan, dan sudah menjadi kebiasaan untuk tidak menyapu sarang laba-laba tersebut selama periode Natal.
4. Venezuela
Ibadah Natal di gereja-gereja Venezuela penuh sukacita, kebersamaan, dan seringkali meriah, diiringi lonceng, petasan, dan terkadang kembang api menjelang Natal.
Tradisi Natal di Venezuela sangat unik, terutama di Caracas, di mana warga bersepatu roda ke misa Natal dini hari (Misa de Aguinaldo) pada 16 hingga 24 Desember. Demi tradisi ini, jalanan ditutup untuk lalu lintas agar warga bisa meluncur dengan aman dan meriah menuju gereja, bahkan sering sambil mengenakan kostum meriah seperti Santa Claus.
Tradisi ini menggabungkan olahraga, kebersamaan, dan spiritualitas, dengan anak-anak menarik tali yang terikat di jari orang tua mereka, menciptakan pemandangan keluarga yang gembira. Ini adalah ritual yang disukai banyak orang yang mengubah momen khidmat menjadi sesuatu yang riang dan penuh kebersamaan.
5. Filipina
Filipina dikenal mempunyai tradisi natal paling unik. Pasalnya, perayaan Natal di negara ini dimulai sejak bulan September. Salah satu tradisi yang populer di sana adalah Festival Lentera Raksasa di San Fernando.
Festival ini menampilkan lentera berdiameter dengan motif rumit. Perayaan ini menciptakan suasana meriah dan penuh cahaya serta diiringi musik tradisional dan parade. Masyarakat Filipina meyakini bahwa lampion adalah simbol harapan dan doa menyambut kelahiran Yesus Kristus.
6. Jepang
Jepang dikenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya non-Kristen. Sehingga perayaan Natal lebih dikenal sebagai momen kebahagiaan dan budaya pop. Biasanya, di malam Natal, masyarakat Jepang akan menyantap KFC. Tradisi unik ini bermula dari kampanye “Kentucky for Christmas” pada tahun 1974.
Kampanye tersebut ternyata sukses besar dan menjadi ritual nasional. Bahkan, reservasi makanan juga harus dilakukan jauh-jauh hari karena bisa dipastikan antreannya mengular panjang. Tradisi ini menjadi momen kebahagiaan sederhana, terutama bagi pasangan muda dan keluarga kecil.
7. Jerman
Jika di Filipina dirayakan dengan Festival Lentera Raksasa, di negara Jerman, Natal dirayakan dengan pasar Natal terbuka. Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun.
Pasar Natal terbuka ini menjual beragam kudapan, seperti gingerbread dan stollen, hingga kerajinan tangan dan ornamen kayu yang bisa ditemui. Dengan suasana yang khas dan dipenuhi aroma rempah, membuat perayaan Natal semakin meriah.
Tradisi pasar Natal ini menjadi ruang bertemunya keluarga hingga komunitas untuk menikmati serangkaian acara, seperti pertunjukan, musik, dan minuman hangat bersama. Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai negara di Eropa dan Amerika, membuat banyak negara meniru perayaan yang serupa.

