Kumpulan berita – Sudah menjadi rahasia umum bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula tidak baik bagi kesehatan. Mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan hingga 45 masalah kesehatan hingga bersifat kronis menurut sebuah studi baru.
Menjaga pola makan sehat memerlukan perhatian pada asupan gula dan membaca label makanan. Ambang batas untuk “terlalu banyak” gula bervariasi dari orang ke orang berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kebiasaan makan secara umum.
Kurang dari 10 persen asupan kalori harian Anda harus berasal dari tambahan gula, menurut rekomendasi WHO. Mereka juga mengusulkan bahwa mengurangi konsumsi gula tambahan hingga kurang dari 5 persen kalori harian dapat memberikan dampak positif lebih lanjut pada kesehatan.
Dampak buruk konsumsi gula berlebihan
Berikut sejumlah dampak buruk jika mengonsumsi gula secara berlebihan.
-
Risiko terkena hipertensi
Risiko terkena hipertensi pada seseorang dapat meningkat jika mengonsumsi gula terlalu banyak. Hal itu lantaran gula akan membuat pembuluh darah menjadi kaku yang kemudian pada akhirnya tekanan darah meningkat.
-
Penyakit hati berlemak
Penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD), suatu kelainan di mana lemak menumpuk di hati, dapat disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan, terutama fruktosa. Penyakit hati yang lebih parah daripada NAFLD dapat berkembang karenanya.
-
Peningkatan risiko diabetes tipe 2
Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan resistensi insulin, suatu kondisi di mana hormon insulin yang mengontrol gula darah tidak diserap dengan baik oleh sel-sel tubuh Anda. Hal ini mungkin membuat Anda lebih rentan terkena diabetes tipe 2.
-
Masalah gigi
Gula adalah penyebab utama gigi berlubang dan kerusakan gigi. Asam yang dihasilkan bakteri mulut yang mengonsumsi gula dapat merusak enamel gigi.
-
Meningkatkan risiko depresi
Meskipun pola makan sehat dapat membantu meningkatkan suasana hati seseorang, pola makan tinggi gula tambahan dan makanan olahan dapat berkontribusi terhadap perubahan suasana hati dan emosi.
Dilansir dari healthine, konsumsi gula berlebihan meningkatkan risiko seseorang terkena depresi. Konsumsi gula yang tinggi telah dikaitkan dengan gangguan kognitif, masalah memori, dan gangguan emosional seperti kecemasan dan depresi.
Sebuah penelitian yang melibatkan 8.000 orang menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi 67 gram atau lebih gula per hari memiliki kemungkinan 23 persen lebih besar terkena depresi. Dibandingkan pria yang makan kurang dari 40 gram per hari.
Studi lain yang melibatkan lebih dari 69.000 wanita menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih banyak gula tambahan memiliki risiko depresi yang jauh lebih besar. Dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit gula.

