Kumpulan Berita – Hujan yang mengguyur Kota Semarang semalam berdampak banjir di Jalan Pantura Kaligawe Raya, Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Banjir ini diduga juga akibat sungai yang meluap.
Masyarakat diimbau agar menghindari Jalur Pantura Kaligawe Genuk Kota Semarang dan mencari rute alternatif. Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung merupakan titik genangan terparah. Menurut informasi ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
Pagi ini, jalan Pantura di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang tampak tergenang. Kendaraan yang melintas kewalahan menerjang banjir. Selain hujan, wilayah tersebut juga terdampak limpasan air rob sehingga genangan makin tinggi dan memperparah kemacetan di jalur utama.
“Yang paling parah justru di Sayung karena ada rob. Airnya cukup tinggi, mungkin sekitar 40 sentimeter,” katanya. Untuk menghindari antrean panjang dan kendaraan terjebak banjir, masyarakat diimbau melintasi jalur alternatif dari arah Semarang menuju Demak maupun sebaliknya.
Kiriman Air dari Wilayah Atas
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Prasetyo menyebutkan, sebagian besar genangan sudah mulai surut, namun tetap mewaspadai potensi banjir kiriman dari wilayah atas seperti Ungaran.
Menurut Endro, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berlangsung merata di hampir seluruh wilayah Kota Semarang sejak sore hari. Peringatan dini dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah juga telah dikeluarkan sejak siang.
“Dari BMKG memang sudah memberi peringatan untuk wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, akan terjadi hujan sedang hingga lebat sejak sore tadi. Kami sudah menyiagakan seluruh personel dan relawan,” jelasnya.
BPBD saat ini memantau kondisi sungai-sungai besar seperti Sungai Babon, Banjir Kanal Timur, dan Banjir Kanal Barat, yang kerap menerima limpasan air dari wilayah atas.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiagakan 12 petugas piket dan seluruh relawan Forum Relawan Bencana (FRB) untuk melakukan pemantauan di lapangan.
“Seluruh personel dan relawan kami siagakan. Mereka saling memberi pembaruan situasi dari wilayah masing-masing agar bisa segera diambil langkah cepat bila terjadi banjir,” katanya.
Endro menegaskan, hingga malam ini belum ada laporan banjir besar. Namun BPBD tetap dalam status siaga waspada untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peningkatan debit air dari wilayah atas.

