Kumpulan Berita – Pembuat mobil di China memanfaatkan kekhawatiran soal kesehatan dengan membuat kendaraan yang dinyatakan punya kemampuan antivirus.
Mobil ini dibuat untuk memberikan tingkat perlindungan di dalam kabin layaknya memakai masker wajah.
Beberapa pabrik pembuat mobil terbesar di China berlomba untuk membuat mobil dengan fasilitas anti virus tersebut. Salah satunya perusahaan pembuat mobil terbesar Geely.
Mobil Sehat
Geely adalah merk mobil pertama yang meluncurkan mobil dengan fasilitas anti virus, dimana mereka meneruskan proyek yang sebelumnya yaitu memproduksi mobil untuk para pengendara yang khawatir dengan polusi udara yang ada di kota – kota besar.
“Healthy Car Project” Geely ini bertujuan untuk menghentikan partikel kecil memasuki mobil, dan berpotensi melindungi pengemudi serta penumpang dari zat berbahaya. Geely juga mengembangkan bahan anti-mikroba untuk menjaga kontrol mobil dan pegangan pintu bebas dari bakteri dan virus, seperti yang dikutip dari BBC, Sabtu (2/5/2020).
“Konsumen menghabiskan banyak waktu di mobil mereka, seperti ‘rumah kedua’. Hanya dengan membuat produk yang lebih sehat kita dapat memenuhi permintaan konsumen untuk kualitas hidup yang lebih baik,” kata juru bicara Geely.
Mengembangkan fitur untuk melindungi kesehatan pengemudi dan penumpang akan menjadi salah satu “tujuan pembangunan jangka panjang utama.”
Kunci mobil akan di kirimkan kepada pembeli dengan menggunakan drone yang nantinya langsung di kirim ke pintu depan atau balkon rumah mereka. Hal ini dilakukan untuk membatasi kontak langsung dengan staff.
Perusahaan yang memiliki merk Inggris MG, SAIC menambahkan fitur opesional berupa lampu ultraviolet yang berguna untuk mensterilkan udara melalui sistem pendingin udara mobil
Sementara itu, Guangzhou Automobile (GAC) menawarkan sistem filter udara tiga lapis pada mobil keluaran baru mereka.
Hanya Taktik Pemasaran
Firma riset Frost & Sullivan berpendapat langkah-langkah baru ini lebih dari sekedar taktik pemasaran belaka
“Ada fokus yang pasti untuk membangun fitur kesejahteraan kesehatan di dalam mobil dan Covid-19 menjadi faktor pendorong terbesar,” kata Vivek Vaidya, pakar otomotif di Frost & Sullivan.
Fitur tersebut tidak hanya menangani masalah kebersihan dan kesehatan saat ini tetapi juga dapat menjadi pembeda utama untuk merek dan model. “Ini tidak akan terbatas pada China, tetapi akan menjadi tren global.”
“Para pembuat mobil sekarang mencoba memposisikan mobil mereka aman terhadap virus juga. Saya bukan dokter atau ilmuwan, tetapi saya akan memperingatkan konsumen untuk berhati-hati terhadap perusahaan mana pun yang mengatakan produk mereka mengurangi penularan virus, terutama Covid-19,” lanjut Rein.
Pada awal bulan ini, perusahaan cat Nippon mengatakan mereka mengembangkan pelapis antivirus yang berguna melindungi infeksi dari permukaan, sekalipun tak secara khusus menyebut virus corona.
Menurut perusahaan Jepang ini, cat VirusGuard mereka dirancang untuk dipakai di rumah sakit dan mereka sudah mendonasikan ke rumah sakit di Wuhan.
Di China, penjualan mobil jatuh 80% pada bulan Februari tahun ini, ini merupakan penurunan terburuk dalam 20 tahun terakhir. Bulan Maret penjualan membaik, namun 43% di bawah periode yang sama tahun lalu.
Pada bulan April memperlihatkan adanya peningkatan seiring orang kembali bekerja, sekalipun masih ada ketakutan menggunakan angkutan umum.
“Jaga jarak dan isolasi sudah tertanam di benak kita. Bisa dimengerti orang akan lebih hati-hati dan memilih bepergian dengan mobil sendiri daripada angkutan umum. Ini akan meningkatkan permintaan terhadap mobil,” kata Gianfranco Casati, direktur utama Accenture.
Pemerintah China juga membantu peningkatan penjualan mobil dengan memberlakukan potongan dan penukaran mobil lama yang beremisi tinggi dengan yang baru dan lebih ramah lingkungan.
“Analisis kami memperlihatkan, dibutuhkan tiga tahun untuk penjualan mobil kembali ke periode sebelum Covid-19,” kata Vaidya.

