Perang Sejak 24 Februari 2022, Rusia Dan Ukraina Sepakat Negosiasi Damai Di Belarus

Kumpulan Berita – Sejak tanggal 24 Februari 2022, hubungan Rusia dan Ukraina yang semakin memanas menjadi pusat perhatian publik seluruh dunia. Pasalnya, banyak masyarakat dunia khawatir ketegangan antara Rusia dan Ukraina bisa memicu perang dunia ketiga.

Untuk mencegah situasi semakin buruk, Presiden Ukraina yakni Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihak Ukraina bersedia untuk menjalin negosiasi damai dengan pihak Rusia.

Namun sebelumnya Presiden Ukraina mengatakan bahwa ia tidak ingin perundingan antara Rusia dan Ukraina diadakan di Belarus. Hal ini disebabkan karena Zelensky menilai negara Belarus berada di pihak Rusia dan turut serta menjadi tempat landasan peluncuran invasi yang dilakukan Rusia.

Sebagai gantinya, Zelensky pada mulanya mengajukan berbagai kota di beberapa negara untuk menjadi tempat negosiasi antara Rusia dan Ukraina. Negara-negara tersebut diantaranya seperti Polandia, Slovakia, Hungaria, Turki dan Azerbaijan.

“Warsaw, Bratislava, Budapest, Istanbul, Baku. Kami mengajukan tempat-tempat itu” ujar Zelensky dikutip dari AFP pada Minggu (27/02).

Namun meskipun begitu, perundingan antara Rusia dan Ukraina hari ini tetap dilaksanakan di negara Belarus. Hal ini disebabkan karena delegasi dari Rusia sudah tiba lebih dahulu di Belarus untuk bisa berbicara dengan utusan pihak Ukraina. Perundingan ini sebelumnya direncanakan digelar di Ibu Kota Belarus yakni Minsk, namun kedua belah pihak setuju negosiasi akan dilakukan di perbatasan Belarus dan Ukraina yakni Gomel (Homiel).

Dalam perundingan yang bertujuan untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina, baik dari pihak Rusia dan pihak Ukraina memiliki tuntutannya masing-masing. Pihak Rusia menginginkan agar Rusia dan Ukraina bisa mencapai kesepakatan yang bisa menguntungkan kedua belah pihak, sedangkan pihak Ukraina menginginkan agar Rusia segera melakukan gencatan senjata dan menarik mundur semua pasukan Rusia yang sudah masuk ke Ukraina.