Kumpulan Berita – Teman yang posesif biasanya merasa kepentingannya adalah hal yang utama. Tak jarang dirinya selalu merasa ingin diprioritaskan, ketimbang memikirkan kepentingan Anda. Jika Anda merasa hal ini sering terjadi, mungkin sahabat Anda memang tergolong sahabat yang posesif.
Sikap posesif yang dimiliki oleh teman akan membuat jangkauan pergaulan menjadi sempit. Apalagi hal tersebut juga membuat risih dalam bergaul karena sikapnya yang seolah-olah memiliki hak atas temannya yang lain.
Untuk informasi selanjutnya, berikut rangkuman informasi mengenai pengertian, ciri, dan cara mengatasi perilaku posesif dalam hubungan.
Arti Posesif dalam Pertemanan
Secara umum, arti posesif adalah suatu keadaan mental di mana seseorang merasa memiliki secara total dan ingin mengendalikan atau mendominasi sesuatu atau seseorang.
Dalam hubungan antar manusia, arti posesif adalah sikap seseorang dengan perasaan memiliki yang tinggi serta menuntut perhatian dan cinta total dari pasangan atau anggota keluarganya. Berbeda dengan perasaan cemburu, posesif umumnya mengarah kepada hal yang negatif.
Selain itu, arti posesif adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa tidak aman dengan dirinya sendiri dan hubungan yang sedang dijalani. Individu dengan keadaan mental yang posesif cenderung tidak percaya diri dan takut bila keluarga, pasangan, teman atau miliknya direbut oleh orang lain.
Ciri-ciri Posesif dalam Pertemanan
Setelah mengetahui arti posesif dalam pertemanan, berikut ini beberapa ciri-ciri posesif dalam pertemanan yang perlu Anda ketahui, diantaranya:
-
-
Dia selalu bercerita tentang Anda
-
Ciri-ciri posesif dalam pertemanan yang pertama adalah dia yang selalu bercerita tentang Anda kepada orang lain. Dari orang-orang, Anda tahu bahwa dia selalu bercerita tentang Anda dan berusaha agar semua orang tahu kalau kalian adalah teman dekat. Apa pun topik percakapannya, dia selalu berusaha untuk membawa nama Anda. Tentu hal itu nggak masalah jika dilakukan sesuai porsinya, tapi jika sudah berlebihan tentu akan membuat orang lain merasa terganggu.
-
-
Pemantauan Komunikasi
-
Memantau pesan teks, panggilan telepon, atau media sosial secara terus-menerus menunjukkan perlunya lebih banyak kepercayaan. Dengan berpura-pura peduli, pasangan yang posesif dapat mengganggu privasi Anda.
-
-
Orang terdekat Anda merasa risih
-
Keluarga atau pacar Anda pasti akan merasa ada yang salah dengan sifat posesif teman Anda. Jika orang terdekat Anda merasa risih dengan perilaku posesif temannya, maka hal itu telah mengganggu hubungan Anda dengan orang lain.
-
-
Dia membenci orang yang menyakiti Anda
-
Ciri-ciri posesif dalam pertemanan yang lainnya adalah ada rasa benci jika Nada tersakiti oleh orang lain. Anda mungkin sempat menjalani hubungan yang tidak mengenakkan dan akhirnya putus. Namun, teman Anda justru menjadi orang yang terang-terangan tak mau memaafkan mantan Anda dan terang-terangan membencinya. Walaupun Anda sudah move on, tampaknya teman Anda malah tidak.
-
-
Dia selalu menghakimi orang yang Anda suka
-
Ciri-ciri posesif dalam pertemanan yang lainnya adalah menghakimi orang yang Anda suka. Jika Anda menyukai seseorang atau baru menjalin hubungan dengan seseorang, dia kerap menghakimi orang tersebut. Dia selalu mencari-cari keburukan dan kesalahannya. Kebiasaan ini bisa mengganggu, tidak hanya mengganggu hubungan pertemanan tapi juga asmara Anda.
-
-
Dia cemburu jika Anda pergi dengan orang lain
-
Ciri-ciri posesif dalam pertemanan yang lainnya adalah cemburu ketika Anda pergi dengan orang lain. Dia berharap jika Anda pergi hangout harus bersamanya. Makanya dia akan sebal, bahkan merasa cemburu, jika Anda pergi hangout dengan orang lain atau bahkan tampak bersenang-senang dengan teman baru.
Cara Menghadapi Teman Posesif
Dalam konteks pertemanan, posesif berarti khawatir jika temannya akan hilang dan pergi. Terkadang sikap seperti ini hanya akan membuat risih teman-teman yang lainnya.
Apabila ada teman yang memiliki sikap posesif maka perlu diketahui cara menghadapi teman posesif seperti di bawah ini.
1. Menjaga Jarak
Saat rasa risih mulai terasa di dalam hati akibat teman yanv posesif, maka saatnya untuk menjaga jarak. Kurangi intensitas berkomunikasi dengannya, yang biasanya setiap hari jadi tiga kali seminggu saja, jika awalnya bertemu setiap minggu maka usahakan mengurangi intensitasnya menjadi sekali sebulan.
Jika sangat sulit karena berada di lingkungan sekolah atau tempat kerja yang sama, maka bisa dengan mengurangi intensitas ngobrol jika bukan urusan yang penting.
2. Berteman di Circle Berbeda
Berusahalah melebarkan pertemanan ke circle yang berbeda sehingga pergaulan akan diisi oleh orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda, bukan hanya dengan teman yang posesif itu saja. Hal itu akan dilihat sebagai bentuk pembuktian bahwa berteman memiliki kebebasan dan tidak bisa diatur-atur oleh teman yang posesif tersebut.
3. Menyadarkan bahwa Dirinya Tak Punya Hak atas Temannya
Saat diajak nongkrong, sesekali belajarlah untuk menolak. Saat ada keinginannya untuk mengatur tindakan yang akan dilakukan, lakukanlah hal sebaliknya. Tunjukkan bahwa teman tersebut tidak memiliki kontrol atas diri kita sehingga akan muncul kesadaean bahwa dirinya tak punya hak atas orang lain.
4. Mengingatkan tentang Sikapnya
Katakan secara terang-terangan bahwa sikapnya sangat mengganggu dan membuat risih. Dengan mengatakan isi hati secara jujur, kemungkinan besar, teman akan paham dan berusaha mengubah sikapnya saat berinteraksi.

