Masih Dengan Cara Tradisional Pembuatan Tempe Bermanfaat Bagi Tubuh

Kumpulan berita – Tempe adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Di tanah air, tempe sudah lama dikenal selama berabad-abad silam. Makanan ini diproduksi dan dikonsumsi secara turun temurun, khususnya di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Tempe adalah sumber vitamin B yang sangat potensial. Di antaranya vitamin B1, B2, asam pantotenat, asam nikotinat, vitamin B6, dan B12. Selain itu, tempe juga mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup.

Enzim fitase dalam tempe dapat menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inostol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.

Produksi tempe kebanyakan dilakukan oleh industri skala kecil dan rumah tangga. Cara pembuatan tempe pun biasanya dilakukan secara tradisional. Artinya, masih belum menerapkan teknologi modern.

Cara membuat tempe

Pada dasarnya, ada dua proses utama dalam cara membuat tempe. Hal ini meliputi proses pemasakan kedelai dan dilanjutkan dengan proses fermentasi. Berikut cara membuat tempe:

Pencucian dan perendaman

Cara membuat tempe yang pertama adalah menyortir biji kedelai berkualitas. Ini dilakukan untuk mendapatkan biji kedelai yang bagis. Cara menyortir kedelai biasanya dengan ditampi menggunakan tampah. Selanjutnya, biji kedelai dicuci dengan air mengalir.

Biji kedelai yang sudah bersih kemudian dimasukkan ke dalam panci berisi air dan direbus selama 30 menit atau sampai kedelai mendekati setengah matang. Kedelai yang sudah direbus setengah matang ini kemudian direndam selama semalam hingga menghasilkan kondisi asam.

Pemisahan kulit ari

Setelah direndam setengah matang, kedelai ditiriskan dari rendaman. Cara membuat tempe selanjutnya adalah pemisahan kulit ari. Caranya dengan memasukkan kedelai ke dalam air dan diremas-remas hingga kulit ari terpisah dari biji kedelai dan menghasilkan kepingan kedelai.

Kepingan kedelai ini kemudian dicuci seperti mencuci beras dan dimasukkan ke dandang dan ditanak seperti menanak nasi. Setelah matang, kedelai diangkat dan dihamparkan tipis di tanpah. Kedelai lalu dibiarkan dingin dan kering.

Proses peragian

Proses selanjutnya adalah proses peragian. Ragi tempe mengandung jamur Rhizopus sp. Yang biasa dijuluki jamur tempe.

Ini merupakan bagian penting dalam cara membuat tempe. Pemberian ragi pada kedelai dicampurkan sambil diaduk hingga merata. Ukuran pemberian ragi adalah 1 gram ragi tempe digunakan untuk 1 kg kedelai. Kedelai yang telah diragi kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik.

Proses pemeraman

Pemeraman merupakan proses fermentasi yang mengubah kedelai menjadi tempe. Pemeraman bisanya dilakukan dengan membungkus tempe dengan plastik atau daun pisang. Jika dibungkus dengan daun plastik, pemeraman dilakukan di atas kajang-kajang bambu yang diletakkan pada rak-rak.

Sementara jika dibungkus dengan daun, pemeraman dilakukan pada keranjang bambu yang ditutup goni. Tempe biasanya diperam semalaman dan setelah itu ditusuk dengan lidi. Tujuannya agar udara segar dapat masuk ke dalam tempe. Tempe kemudian diperam lagi semalaman sebelum siap dikonsumsi.

Kandungan nutrisi tempe

Tempe merupakan sumber protein, zat besi, mangan, fosfor, magnesium dan kalsium yang baik. Namun, rendah karbohidrat dan natrium.

Melansir dari laman Healthline, satu porsi tempe dengan berat 3 ons (84 gram) mengandung nutrisi berikut:

  • Kalori: 162
  • Protein: 15 gram
  • Karbohidrat: 9 gram
  • Total lemak: 9 gram
  • Sodium: 9 miligram
  • Besi: 12% dari RDI (asupan gizi yang direkomendasikan)
  • Kalsium: 9% dari RDI
  • Riboflavin: 18% dari RDI
  • Niacin: 12% dari RDI
  • Magnesium: 18% dari RDI
  • Fosfor: 21% dari RDI
  • Mangan: 54% dari RDI

Karena lebih padat dibandingkan produk kedelai lainnya, tempe memberikan lebih banyak protein dibandingkan beberapa alternatif vegetarian lainnya.

Tempe juga merupakan sumber kalsium yang baik. Tempe dengan berat 166 gram mengandung sekitar 2/3 kalsium yang ditemukan dalam secangkir susu murni.

Manfaat tempe bagi tubuh

  1. Mengandung prebiotik

Tempe mengandung prebiotik yang dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan berpotensi mengurangi peradangan.

  1. Membantu menurunkan berat badan

Selanjutnya, tempe juga mengandung protein kedelai yang tinggi, yang dapat meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar, dan membantu menurunkan berat badan.

  1. Menurunkan kolesterol

Terbuat dari kacang kedelai yang mengandung isoflavon kedelai. Studi menunjukkan bahwa isoflavon kedelai dan protein kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol darah.

  1. Membantu meningkatkan kepadatan tulang

Tempe mengandung kalsium yang tinggi dan dapat membantu meningkatkan kepadatan dan mencegah pengeroposan tulang.

  1. Membantu mengurangi stres dan penyakit kronis

Isoflavon kedelai juga memiliki sifat antioksidan dan dapat bermanfaat dalam mengurangi stres oksidatif dan penyakit kronis.